Sementara itu, di Pekalongan, hujan lebat dini hari Sabtu (17/1) ditambah limpasan dari Sungai Bremi membanjiri tiga kecamatan sekaligus: Pekalongan Timur, Barat, dan Selatan. Korban mengungsi pun bertambah banyak.
“Sebanyak 800 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian,”
tuturnya.
Banjir ini bahkan mengacaukan layanan transportasi. Jalur kereta api di KM 88 6/7 antara Stasiun Pekalongan dan Sragi terpaksa terganggu.
Tak cuma banjir, cuaca ekstrem juga merusak rumah-rumah warga di bagian selatan Jawa Tengah. Di Magelang, hujan disertai angin kencang menghantam Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo. Akibatnya, 34 unit rumah mengalami kerusakan ringan.
Hampir bersamaan, angin kencang juga menerjang Desa Kotayasa di Banyumas pada Jumat lalu. Kerusakan di sini lebih parah: 165 unit rumah rusak.
“BPBD Kabupaten Banyumas telah melakukan asesmen di lapangan dan mencatat sebanyak 169 kepala keluarga terdampak kejadian ini,”
pungkas Abdul Muhari.
Situasinya benar-benar rumit. Dari banjir yang meluas hingga angin yang merobohkan, ribuan keluarga di Jawa Tengah kini sedang berjuang.
Artikel Terkait
Trump Ajukan Kevin Warsh Pimpin The Fed, Hadapi Penolakan dari Senator Sekutu
Kesehatan Nadiem Memburuk di Tengah Sidang Korupsi Rp809 Miliar
PM Hun Manet Targetkan Pemberantasan Pusat Penipuan Daring di Kamboja Tuntas April 2026
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Hari Ini