Kalau bicara soal kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan, tantangannya selalu ada di ekosistemnya. Riset dan inovasi harus dikelola secara terpadu, kolaboratif, dan yang tak kalah penting terintegrasi antar berbagai kementerian dan lembaga. Tanpa itu, hasilnya bisa jadi tak menyentuh kebutuhan nyata.
Menurut Kepala BRIN, Arif Satria, sinergi lintas lembaga ini memang krusial. Itulah mengapa Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI) Nasional digagas. Forum ini diharapkan bisa menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, dan menciptakan keselarasan di antara semua pihak yang terlibat.
“Melalui peran tersebut, BRIN diharapkan menjadi jembatan atau hub strategis antara penghasil pengetahuan dan perumus kebijakan,” jelas Arif.
Ia menambahkan, transformasi BRIN sendiri tidak hanya fokus pada penguatan kapasitas kelembagaan. Tapi juga pada perbaikan tata kelola layanan, integrasi agenda riset, hingga pemanfaatan hasil riset untuk mendukung kebijakan nasional. Tujuannya jelas: mewujudkan kebijakan yang berbasis IPTEK, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Namun begitu, Arif mengakui masih ada kendala. Perencanaan yang belum sepenuhnya terintegrasi dan koordinasi yang terbatas berpotensi mengurangi relevansi dan dampak riset terhadap kebijakan. Di sinilah FKRI diharapkan berperan sebagai instrumen penting.
“Proses identifikasi kebutuhan yang terkoordinasi diharapkan dapat menghindari duplikasi riset, meningkatkan efisiensi sumber daya, serta memastikan bahwa agenda riset dan inovasi nasional benar-benar menjawab prioritas pembangunan yang telah ditetapkan,” tandasnya.
Dengan kata lain, ekosistem riset dan inovasi yang kuat harus sejalan dengan kerangka perencanaan nasional seperti RPJPN, RPJMN, dan RKP. Ia juga harus mendukung Fokus Riset Strategis Nasional. Melalui forum ini, BRIN mendorong penyelarasan agenda riset dengan arah kebijakan pembangunan, sekaligus mengintegrasikan arahan Presiden ke dalam siklus perencanaan.
Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu harapan.
“Transformasi BRIN dan penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional diharapkan mampu memperkuat koordinasi, kepercayaan, dan kolaborasi antar aktor pemerintah,” pungkas Arif.
Forum ini, katanya, bukan sekadar ruang diskusi. Lebih dari itu, ia harus menjadi wahana konsolidasi kebijakan dan komitmen bersama. Agar kebijakan pembangunan yang lahir benar-benar ilmiah, berdampak, dan terasa manfaatnya oleh masyarakat.
Artikel Terkait
1.723 Jamaah dan Petugas Haji Embarkasi Pondok Gede Tiba di Madinah
Bank Mandiri, BTN hingga LPS Lolos ke 8 Besar IDX Channel Capital Market Padel Competition
Ketimpangan Logistik Nasional Dinilai Jadi Hambatan Utama Program Makan Bergizi Gratis
BCA Juarai Turnamen Padel IDX Channel, Kalahkan Bank Raya Lewat Golden Point