Tiga Provinsi Masuk Status Awas Menghadapi Hujan Lebat

- Rabu, 14 Januari 2026 | 16:35 WIB
Tiga Provinsi Masuk Status Awas Menghadapi Hujan Lebat

Hujan lebat masih akan terus mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG baru saja merilis peringatan khusus untuk tiga provinsi, yang perlu ekstra waspada dalam beberapa hari ke depan.

Faktanya, lebih dari 80 persen Zona Musim di tanah air sudah memasuki periode musim hujan. Kondisi ini merata, mulai dari ujung barat Aceh, menyusuri Sumatera, meliputi hampir seluruh Jawa dan Bali, lalu merambah Kalimantan, Sulawesi, hingga ke Maluku dan Papua. Hujan sepertinya belum mau beranjak.

Data terbaru dari Dasarian pertama Januari 2026 menunjukkan pola yang beragam. Mayoritas wilayah, tepatnya 70,2 persen, mengalami curah hujan dengan kriteria menengah. Namun, ada sekitar 20 persen yang masuk kategori tinggi. Bahkan, sedikitnya 0,5 persen wilayah mencatatkan angka sangat tinggi.

Lalu, daerah mana saja yang kebanjiran intensitas hujan tinggi ini?

Menurut pantauan BMKG, wilayah-wilayah tersebut tersebar. Di Sumatera, mencakup sebagian Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung. Lalu merambah ke sebagian kecil Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di Kalimantan, wilayah utara dan tengah juga terkena dampak. Tidak ketinggalan sebagian Sulawesi dan sedikit area di Papua Selatan.

Nah, untuk prediksi sepanjang Januari ini, secara umum curah hujan diprakirakan masih di level rendah hingga menengah. Tapi jangan senang dulu.

Beberapa titik justru berpotensi diguyur lebih deras. Kategori tinggi hingga sangat tinggi diprediksi terjadi di Banten, Jakarta, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Daerah seperti NTB, NTT, dan Sulawesi Selatan juga perlu bersiap.

Dari semua itu, ada tiga provinsi yang mendapat sorotan khusus. Statusnya bahkan masuk klasifikasi 'awas'.

"Dasarian ini terdapat wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada klasifikasi awas di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan," kata BMKG dalam pernyataan resminya, Rabu (14/1/2026).

Peringatan ini jelas bukan sekadar formalitas. Masyarakat di ketiga provinsi tersebut, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir atau longsor, diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Periksa saluran air, waspadai lereng yang labil, dan selalu pantau informasi cuaca terbaru. Musim hujan puncak memang belum usai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar