Nah, kalau kita mengira tren hanya terjadi di mobil listrik murni, kita keliru. Segmen hibrida pun ikut panas. Baik Hybrid Electric Vehicle (HEV) maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sama-sama mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan.
Untuk HEV, penjualan naik sekitar 10 persen menjadi hampir 66 ribu unit. Tapi yang benar-benar bikin mata terbelalak adalah PHEV. Pertumbuhannya nyaris tak masuk akal: melonjak 3.775 persen! Dari hanya 136 unit di 2024, menjadi 5.270 unit setahun kemudian.
Ini menunjukkan minat yang besar. Bagi banyak calon pembeli, teknologi hibrida seolah jadi jalan tengah yang sempurna mengurangi rasa cemas akan jarak tempuh, sekaligus sudah merasakan efisiensi bahan bakar dan tenaga listrik.
Pilihan modelnya pun kini makin beragam, harganya juga mulai bersaing. Benar-benar alternatif yang solid sebelum benar-benar beralih ke BEV.
Di lini produksi, ceritanya juga positif. Produksi kendaraan HEV naik 38 persen menjadi lebih dari 97 ribu unit. Sementara untuk PHEV, pabrik-pabrik di dalam negeri berhasil merakit 6.024 unit sepanjang tahun lalu.
Jadi, secara keseluruhan, lanskap otomotif Indonesia sedang berubah dengan cepat. Elektrifikasi bukan lagi wacana, tapi realitas yang angka-angkanya terus meroket. Pertanyaannya sekarang, apakah infrastruktur dan industri pendukungnya bisa mengejar laju permintaan yang secepat ini? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Kedubes Iran Buka Suara: Unjuk Rasa Damai Ditunggangi, AS dan Israel Dituding Intervensi
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Menkeu Purbaya Ungkap 40 Perusahaan Baja Diduga Gelapkan PPN, Siapkan Sidak
Tiang Monorel Senayan Bakal Dibongkar, Sebagian Disulap Jadi Videotron