Gubernur DKI Tegur Transjakarta Usai Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got

- Rabu, 14 Januari 2026 | 08:15 WIB
Gubernur DKI Tegur Transjakarta Usai Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got

Insiden yang menimpa seorang penumpang tunanetra di halte Transjakarta Bulungan, Selasa lalu, benar-benar menyentak. Bagaimana tidak, seorang perempuan penyandang disabilitas yang seharusnya mendapat pendampingan khusus malah terjatuh ke dalam saluran air. Kejadian itu, yang kini viral lewat sebuah video, memantik reaksi keras dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Pramono dengan tegas menyatakan kejadian semacam ini tak boleh terulang. "Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali," ujarnya.

Dia pun tak segan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan manajemen Transjakarta. Teguran itu disampaikan langsung di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Di sisi lain, Pramono juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dia menegaskan kembali komitmennya untuk membangun Jakarta yang lebih ramah disabilitas, khususnya di sektor transportasi umum. "Karena saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa hal yang berkaitan dengan disabilitas, Jakarta harus lebih ramah. Secara khusus untuk ini saya minta maaf," kata dia.

Nah, soal kronologi kejadiannya sendiri, cukup miris. Dari keterangan si perekam video, perempuan tunanetra itu adalah penumpang layanan Transjakarta Cares. Layanan itu sejatinya dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas.

"Ini ada tunanetra turun dari Trans Care tadi, nggak diantar sama petugasnya," ungkap perekam video, Senin (12/1/2026).

Menurut penuturannya, si penumpang sebenarnya meminta diantar. Sayangnya, petugas hanya memberi arahan verbal disuruh jalan lurus saja tanpa mendampingi secara fisik. Padahal, seperti yang kita tahu, area sekitar halte Bulungan itu ada got besar yang cukup berbahaya. "Ternyata di daerah sini, di daerah Bulungan ada got besar, jadinya beliau terjatuh," jelasnya. Video yang beredar pun memperlihatkan kondisi korban dengan pakaian yang sudah kotor akibat kejadian tersebut.

Sementara itu, dari internal Transjakarta, tanggapan pun datang. Tjahyadi DPM, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat, menyatakan penyesalan mendalam atas insiden ini.

"Kami menyesalkan kejadian tersebut dan telah berkomunikasi dengan pelanggan. Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan," jelas Tjahyadi lewat keterangan tertulis, Senin.

Merespons hal ini, Transjakarta berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas pelayanan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Harapannya, komitmen ini bukan sekadar wacana. Keselamatan dan kenyamanan penumpang, apalagi yang berkebutuhan khusus, harus jadi prioritas utama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar