Kekhawatiran lain yang lebih mendasar datang dari kondisi ekonomi. Daya beli kelas menengah, yang jadi tulang punggung pasar, sedang tertekan. Bahkan, terjadi penurunan signifikan di segmen ini, mencapai 16-17 persen.
"Kelas menengah Indonesia turun ke kisaran 17 persen dalam beberapa tahun terakhir," pungkas Yannes. "Otomatis, pasar massal pun semakin melemah."
Membaca Data Desember
Lantas, bagaimana data resminya? Menurut catatan Gaikindo, penjualan "wholesales" Desember 2025 memang mencapai 94.100 unit. Angka ini sebenarnya turun tipis 0,3 persen dibanding Desember tahun sebelumnya.
Tapi jika dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi kenaikan yang cukup tajam: naik 26,9 persen dari November yang hanya 74.131 unit.
Pola serupa terlihat di penjualan ritel. Di level dealer ke konsumen, Desember 2025 mencatat 93.833 unit melonjak 18,3 persen dari bulan sebelumnya. Lonjakan ini jelas merefleksikan gencarnya program promosi akhir tahun dari berbagai pihak.
Secara keseluruhan, tahun 2025 memang berakhir dengan 803.687 unit untuk penjualan "wholesales". Angka itu turun 7,2 persen dari capaian 2024.
Penjualan ritel sepanjang tahun juga mengalami nasib serupa: 833.692 unit, atau turun 6,3 persen dari tahun sebelumnya. Semua data ini, pada akhirnya, mengarah pada satu kesimpulan yang sama: pelemahan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah, benar-benar memberi dampak nyata pada pasar otomotif kita.
Artikel Terkait
Kia Resmi Transformasi, Siapkan Babak Baru di Indonesia
RUU Kontroversial: Anggota Kongres Usulkan Kekuasaan untuk Trump Caplok Greenland
Ibu Kota Terendam: 28 Lingkungan dan 6 Ruas Jalan Masih Digenangi Banjir
Riset: Utang RI Terancam Gagal Bayar Bunga di 2026