Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas dan penuh emosi. Saat meresmikan Sekolah Rakyat di 166 titik, ia berbicara langsung ke hati para murid yang hadir. Pesan intinya sederhana: jangan pernah malu dengan latar belakang keluarga.
“Anak-anak Sekolah Rakyat, murid-murid, anak-anakku,” seru Prabowo, “jangan kau kecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau hanya petani miskin atau hanya tukang, pemulung, jangan kau malu.”
Kata-katanya jelas dan blak-blakan. Menurutnya, justru pekerjaan seperti itulah yang mulia. Mereka mencari nafkah secara halal, banting tulang demi anak-anaknya. Kerja keras itulah yang patut dihargai, bukan dicemooh.
“Mereka mulia,” tegasnya. “Mereka kerja keras halal bekerja dengan keringat untuk masa depanmu jangan pernah kecil hati.”
Ia bahkan meminta para siswa untuk sungkem dan mencium kaki orang tua sebagai bentuk penghormatan. “Hormati orang tuamu. Kalau perlu kau pulang, kau sungkem, kau cium kaki orang tuamu. Jangan pernah kau malu.”
Nah, di sisi lain, Prabowo lantas membuat perbandingan yang cukup tajam. Ia dengan sengaja membandingkan kemuliaan para pekerja kecil itu dengan segelintir orang yang dianggapnya pengkhianat.
“Mereka lebih mulia dari orang-orang pintar tapi koruptor-koruptor yang berkhianat kepada negara dan bangsa," tuturnya tanpa tedeng aling-aling.
Artikel Terkait
Kebijakan WFH ASN Turunkan Jumlah Penumpang LRT Jabodebek 10 Persen
Arbeloa Tegaskan Real Madrid Tak Akan Menyerah di Pengejaran Gelar La Liga
BSI Proyeksikan 83% Jamaah Haji Reguler 2026 adalah Nasabah Tabungan Haji
Tiang Listrik Keropos Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Sempat Lumpuh