Namun begitu, penting diingat bahwa ruas tol ini sebenarnya masih dalam tahap konstruksi. Makanya, pembukaannya bersifat terbatas. Kementerian PU dan Hutama Karya mengaku sudah berkoordinasi intens dengan instansi terkait untuk mengutamakan aspek keselamatan.
Mereka sudah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. Misalnya, pemasangan rambu tambahan di titik-titik rawan, penempatan petugas siaga, dan patroli yang diperkuat sepanjang jalan. Pengguna jalan diminta ekstra waspada, terutama di lokasi dengan lajur lambat yang menyempit karena potensi longsor.
Untuk sementara, ruas ini hanya boleh dilintasi oleh Kendaraan Golongan I dan angkutan logistik bantuan bencana. Sistem filtrasi ketat diterapkan di Interchange Seulimeum Jalur B dan akses masuk Padang Tiji. Meski dibuka fungsional, pengendara tetap wajib tapping kartu uang elektronik di gerbang tol.
Jadi, intinya perpanjangan ini adalah upaya darurat. Tujuannya mulia: menjaga bantuan dan kebutuhan pokok sampai ke tangan yang membutuhkan. Tapi keselamatan tetap jadi prioritas utama di tengah segala keterbatasan yang ada.
Artikel Terkait
Bobotoh Kepincut Kapten Persija, Rizky Ridho Jadi Rebutan Jelang Duel Klasik
OKI Kecam Israel: Pengakuan Somaliland Dinilai Langgar Kedaulatan Somalia
Kekejaman di Clay County: Seorang Pria Tewaskan Enam Orang, Termasuk Anak 7 Tahun
Diskon Pajak Bodong di Jakarta Utara, Skema Korupsi Ternyata Berulang