Kekejaman di Clay County: Seorang Pria Tewaskan Enam Orang, Termasuk Anak 7 Tahun

- Minggu, 11 Januari 2026 | 13:15 WIB
Kekejaman di Clay County: Seorang Pria Tewaskan Enam Orang, Termasuk Anak 7 Tahun

WASHINGTON Sebuah aksi kekerasan yang mengerikan mengguncang Clay County, Mississippi, Jumat malam lalu. Seorang pria, Daricka Moore yang berusia 24 tahun, menewaskan enam orang dalam serangkaian penembakan beruntun. Yang membuat hati miris, sebagian besar korban justru adalah anggota keluarganya sendiri. Di antara mereka yang tewas, ada seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun dan seorang pendeta setempat.

Eddie Scott, Sheriff Clay County, menyatakan Moore berhasil ditangkap beberapa jam setelah kejadian. Saat ini, dia sudah didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama. Namun begitu, dakwaan itu kemungkinan besar akan ditingkatkan menjadi pembunuhan berencana, yang ancaman hukumannya bisa sampai hukuman mati.

“Ini mengerikan, sangat jahat,”

ungkap Jaksa Wilayah Scott Colom dari Pengadilan Sirkuit Ke-16 Mississippi, yang wilayah kerjanya mencakup Clay County. Suaranya terdengar berat saat mengomentari kasus ini.

Menurut keterangan Colom, kronologi kejadiannya sungguh brutal. Moore diduga pertama kali menembak ayah, kakak laki-laki, dan pamannya di kepala hingga tewas di satu lokasi. Setelah itu, dia kabur dengan mencuri sebuah kendaraan menuju TKP kedua. Di sana, tragedi bertambah pilu. Bocah perempuan tujuh tahun itu diduga diperkosa terlebih dahulu sebelum akhirnya ditembak mati.

Darah dingin pelaku sepertinya belum berhenti. Dia kemudian berpindah ke lokasi ketiga dan membunuh dua pria lainnya. Salah satunya adalah sang pendeta.

Untungnya, aksi buruannya berakhir cepat. Polisi segera bergerak setelah mendapat laporan melalui panggilan darurat 911. Moore berhasil diamankan di sebuah lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian terakhir.

Hingga kini, motif di balik semua kekejaman ini masih gelap. Motif apa pun tampaknya tak akan pernah bisa menerangkan kebiadaban yang terjadi.

“Secara pribadi, saya tidak tahu motif apa yang mungkin Anda miliki untuk membunuh seorang anak berusia 7 tahun,”

kata Colom, menyiratkan betapa tak masuk akalnya tindakan Moore. Investigasi masih terus berlanjut untuk menyibak semua pertanyaan yang tersisa.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar