Nomade Coffee Truck Hijrah ke Pejaten Usai Kalah Saing di Thamrin

- Jumat, 09 Januari 2026 | 21:24 WIB
Nomade Coffee Truck Hijrah ke Pejaten Usai Kalah Saing di Thamrin

Bukan starling, bukan pula gerobak listrik yang kerap hilir mudik di jalanan. Coffee truck satu ini memang punya caranya sendiri: mangkal di satu titik untuk beberapa waktu, lalu berpindah. Kalau kamu sering ke Thamrin, mungkin pernah melihatnya nongkrong di belakang gedung UOB.

Namun begitu, sejak Desember 2025, truk kopi yang menggunakan mobil VR itu sudah tak lagi di sana. Mereka memutuskan untuk hijrah ke kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Padahal, sejak 2024 lalu, mereka terlihat betah dan menetap di lokasi Thamrin tersebut.

Alasannya? Kalah saing.

“Mobilitas masyarakat di sekitar Thamrin, kan pekerja yang serba butuh cepat, makanya lebih ramai kopi gerobakkan,” ujar Alif, salah satu barista di sana.

Dia melanjutkan, sambil menata peralatan, “Sementara kopi kita kan harus di-roasting dan dibuat dulu, bukan yang tinggal kasih es batu saja.”

Jadi, sejak akhir tahun lalu, coffee truck bernama Nomade itu mencoba peruntungan baru. Mereka sekarang bisa ditemui di depan Masjid Al-Ittihad, Jalan Condet Pejaten. Di dalam kabin VR-nya, mesin kopi dan grinder tertata rapi, disandingi dengan kulkas mini. Suasannya sederhana, tapi cukup untuk membuat secangkir kopi yang serius.

Kami pun disarankan mencoba java latte, andalan mereka. Rupanya, racikannya spesial.

“Kami pakai blend 70 persen biji kopi arabika Flores dan 30 persen robusta Temanggung,” jelas Alif.

Setelah dicoba, aromanya seimbang. Rasa kopinya tidak tenggelam oleh susu yang creamy, dan manis dari gula arennya pas tidak berlebihan. Padahal, kami tidak meminta less sugar. Standar mereka memang sudah begitu.

Selain itu, ada juga yuzu americano. Minuman ini menyegarkan, perpaduan yuzu jam segar dengan americanober-body medium. Cocok banget buat teman lawan kantuk di siang hari.

Soal harga, Nomade cukup terjangkau. Kebanyakan minumannya dibanderol sekitar Rp 20 ribuan per gelas. Pilihannya beragam, dari kopi klasik sampai non-coffee.

Oh ya, karena menggunakan VR yang mobile, Nomade juga bisa dipesan untuk acara-acara. Mau pameran atau pesta di rumah dan kantor, mereka bisa datang. Dengan catatan, waktu sewa maksimal lima jam saja. Jadi, truk kopi ini memang masih setia pada jiwa nomadennya, meski sekarang punya base camp baru.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar