Hingga akhir Desember tahun lalu, Bank Mandiri tercatat telah menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nilainya fantastis: Rp40,99 triliun. Dana segar itu mengalir ke lebih dari 355 ribu pelaku UMKM yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Yang menarik, meski jumlahnya besar, kualitas portofolio kreditnya tetap terjaga ketat. Tingkat kredit bermasalahnya bahkan bisa ditekan di bawah angka 1 persen.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ia menyebutnya sebagai bukti nyata dari kolaborasi yang solid.
"Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan," jelas Riduan dalam keterangannya, Jumat lalu.
Kalau dilihat lebih detail, penyaluran KUR Mandiri sepanjang 2025 ini memang punya warna yang khas. Sektor produksi jadi primadona, menyerap porsi terbesar yaitu 61,54 persen atau setara Rp25,13 triliun dari total dana. Angka ini sejalan banget dengan fokus pemerintah untuk membangun ekonomi yang benar-benar menyentuh akar rumput.
Rinciannya begini: sektor pertanian, yang jadi pilar ketahanan pangan kita, menyerap Rp12,75 triliun. Itu sekitar sepertiga dari total penyaluran. Lalu, ada sektor jasa produksi di angka Rp8,76 triliun, disusul industri pengolahan Rp3,03 triliun, dan perikanan sekitar Rp562 miliar.
"Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi," tambah Riduan.
Nah, supaya kreditnya sehat dan tepat sasaran, Mandiri punya cara sendiri. Mereka pakai pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem. Intinya, mereka mengintegrasikan nasabah besar (wholesale) dengan pelaku UMKM turunannya dalam satu rantai nilai yang tertutup. Strategi closed-loop ini diyakini bisa meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis bagi semua pihak yang terlibat.
Di lapangan, dukungannya juga konkret. Untuk memudahkan transaksi harian dan pembayaran angsuran, para debitur KUR bisa mengandalkan jaringan Mandiri Agen yang tersebar luas. Program ini nggak cuma soal akses, tapi juga dibarengi edukasi keuangan dan literasi digital. Tujuannya jelas: agar para pengusaha kecil ini bisa mengelola usahanya dengan lebih modern dan inklusif.
Ke depan, komitmennya justru makin dikuatkan. Bank Mandiri sudah siap mendukung akselerasi penyaluran KUR pemerintah di tahun 2026. Caranya? Dengan memperkuat lagi strategi berbasis ekosistem tadi, serta memaksimalkan sinergi di dalam grup Mandiri sendiri.
Riduan meyakini, program yang diorkestrasi pemerintah ini bakal memberi nilai tambah bagi kinerja bank. Pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan penguatan sektor riil diharapkan bisa terus meningkatkan daya saing dan fundamental perusahaan.
"Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
Baginya, UMKM yang tangguh bukan cuma soal angka pertumbuhan. Itu adalah fondasi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan nasional kita bersama.
Artikel Terkait
Marc Marquez Juarai Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 Usai Dominasi Penuh dari Start Hingga Finis
Tiga Pemain Kuasai Rekor Gol Fase Gugur Piala Dunia, Messi dan Ronaldo Absen
Jakarta dan BMKG Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara dengan Prakiraan hingga Tiga Hari ke Depan
Serangan Udara Israel Hantam Tenda Pengungsi di Gaza, Enam Tewas Termasuk Anak-Anak