Ada satu momen dramatis yang coba direkonstruksi oleh Cabello. Katanya, pasukan elite Delta Force AS awalnya tidak berniat membawa serta Ibu Negara.
"Ketika tiba saatnya untuk peristiwa yang sangat traumatis ini, saat membawa Nicolas Maduro pergi, mereka tidak berencana membawa Cilia."
Tapi Flores bersikeras. Dengan tegas ia konfrontir pasukan itu.
"Cilia mengatakan kepada mereka, 'Jika kalian membawa suami saya, kalian juga harus membawa saya'," kata Cabello, menirukan perkataan Flores.
Situasi di Karakas masih tegang. Dengan korban yang kini menyentuh tiga digit, gelombang kemarahan dan duka pasti akan terus bergulir. Laporan-laporan detail masih simpang siur, tapi satu hal jelas: dampak dari serangan itu jauh lebih dalam dan berdarah dari yang pertama kali dikabarkan.
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Berakhir Deadlock, Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Ganjalan
Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah: Pernyataan JK Soal Syahid Dicabut dari Konteks, Bukan Ajaran Agama
KAI Tegaskan Aksi Taruh Batu di Rel Bekasi Bisa Anjlokan Kereta
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan