Ada satu momen dramatis yang coba direkonstruksi oleh Cabello. Katanya, pasukan elite Delta Force AS awalnya tidak berniat membawa serta Ibu Negara.
"Ketika tiba saatnya untuk peristiwa yang sangat traumatis ini, saat membawa Nicolas Maduro pergi, mereka tidak berencana membawa Cilia."
Tapi Flores bersikeras. Dengan tegas ia konfrontir pasukan itu.
"Cilia mengatakan kepada mereka, 'Jika kalian membawa suami saya, kalian juga harus membawa saya'," kata Cabello, menirukan perkataan Flores.
Situasi di Karakas masih tegang. Dengan korban yang kini menyentuh tiga digit, gelombang kemarahan dan duka pasti akan terus bergulir. Laporan-laporan detail masih simpang siur, tapi satu hal jelas: dampak dari serangan itu jauh lebih dalam dan berdarah dari yang pertama kali dikabarkan.
Artikel Terkait
Ekonom UI: Defisit APBN 2025 Masih Aman, Bukan Sinyal Krisis
KPK Beberkan Pengembalian Rp 100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
Kemnaker Tegaskan: Kabar Cairnya BSU 2026 Masih Hoaks, Waspada Penipuan!
Operasi SAR KM Putri Sakinah Ditutup, Satu Korban Warga Spanyol Masih Hilang