Untuk segmen Simpang Rampa–Sibolga itu, solusi permanen sedang dirancang, yakni dengan mengalihkan trase jalan. Sementara itu, warga yang perlu ke Sibolga dari Tarutung masih bisa lewat jalur alternatif Tarutung–Rampa–Poriaha, meski hanya untuk kendaraan kecil.
Kabar baiknya, beberapa koridor utama sudah mulai pulih. Ruas Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer, misalnya, kini sudah terhubung penuh. Mereka masih menyempurnakan jalan sementara atau detour, tapi aksesnya sudah terbuka. Begitu pula koridor Batangtoru–Singkuang yang sudah bisa dilewati kendaraan ringan, walau masih perlu penimbunan dan perbaikan berkala, apalagi cuaca masih sering hujan.
Upaya pemulihan juga terlihat jelas di koridor Sibolga–Batangtoru. Dua jembatan bailey masing-masing sepanjang 33 dan 44 meter telah terpasang dan berfungsi di Aek Garoga. Dengan ini, akses menuju Kota Sibolga sudah memiliki beberapa alternatif jalan nasional dan provinsi, walaupun sebagian rute masih terbatas.
Kalau dilihat dari sebarannya, kerusakan paling banyak terjadi di ruas Batas Kota Tarutung hingga Sibolga, yang mencakup 176 titik kerusakan. Ruas Tarutung–Sipirok juga terdampak cukup berat dengan 55 titik. Dari total 23 lokasi jalan putus, 17 titik sudah berhasil difungsikan kembali. Ada satu titik di Jembatan Aek Puli B yang sengaja tidak ditangani karena sudah ada jembatan duplikasi di dekatnya.
Proses pemulihan jelas masih berlanjut, tapi langkah-langkah yang diambil sejauh ini setidaknya telah mengembalikan denyut kehidupan di sebagian besar wilayah yang terdampak.
Artikel Terkait
Warner Bros Pertimbangkan Tawaran Revisi Paramount untuk Gagalkan Akuisisi Netflix
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan