Madrid Siap Sambut Deru Mesin F1 Setelah 45 Tahun Absen

- Rabu, 07 Januari 2026 | 05:36 WIB
Madrid Siap Sambut Deru Mesin F1 Setelah 45 Tahun Absen

Setelah empat puluh lima tahun berlalu, Formula 1 akhirnya memutuskan untuk kembali ke Madrid. Ibu kota Spanyol itu resmi masuk kalender balap mulai musim 2026 nanti. Kabar ini tentu menggembirakan bagi para penggemar setia yang merindukan deru mesin di jantung negara tersebut.

Sebenarnya, Madrid bukanlah nama baru di peta F1. Sejarah mencatat, gelaran Grand Prix sudah pernah digelar di sini, tepatnya di Circuito del Jarama, sejak 1968. Sirkuit yang terletak sekitar 30 km dari pusat kota itu sempat menjadi saksi bisu pertarungan para pembalap legendaris. Sayangnya, era kejayaan Jarama harus berakhir pada 1981.

Setelah itu, balapan F1 di Spanyol seolah berpindah-pindah rumah. Dari Jerez yang menggelar dari 1986 hingga 1990, lalu akhirnya menetap di Barcelona-Catalunya mulai 1991 sampai sekarang. Catalunya memang jadi tuan rumah yang solid, tapi kerinduan akan atmosfer di Madrid tetap ada.

Nah, kembalinya F1 ke Madrid kali ini punya wajah yang sama sekali berbeda. Mereka tak akan balik ke Jarama, melainkan ke area sekitar gedung IFEMA sebuah pusat pameran bertaraf internasional. Menurut Stefano Domenicali, Presiden dan CEO Formula 1, lokasi ini dipilih karena potensinya yang besar.

“Madrid adalah kota yang luar biasa dengan warisan olahraga dan budaya yang menakjubkan. Ini benar-benar mewujudkan visi Formula 1 untuk menciptakan tontonan olahraga dan hiburan bagi para penggemar, sekaligus merangkul inovasi dan keberlanjutan,”

ujarnya dalam pernyataan resmi.

Dari segi trek, sirkuit IFEMA menjanjikan tantangan yang seru. Panjangnya sekitar 5,47 kilometer dengan 20 tikungan. Yang menarik, waktu tempuh untuk satu putaran kualifikasi diperkirakan cuma sekitar 1 menit 32 detik cepat sekali! Artinya, para pembalap harus siap dengan ritme yang intens dan penuh tekanan.

Soal penonton, kapasitas awal diproyeksikan untuk 110 ribu orang. Tapi rencananya, angka itu akan dinaikkan menjadi 140 ribu. Kalau sudah begitu, event di Madrid ini dipastikan bakal jadi salah satu yang terbesar dan paling ramai di kalender F1.

Hal lain yang jadi nilai plus adalah aksesnya yang super mudah. Cuma butuh lima menit dari Bandara Madrid-Barajas Adolfo Suarez. Penonton juga bisa naik Metro, kereta, atau angkutan umum lainnya tanpa ribet. Pokoknya, sangat terhubung.

Di sisi lain, kehadiran balapan kelas dunia ini jelas membawa angin segar bagi perekonomian setempat. Dampaknya diperkirakan cukup signifikan, mulai dari peningkatan Produk Domestik Bruto hingga penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Acara ini, yang kami perkirakan akan disaksikan secara global oleh 70 juta orang, akan mewakili peningkatan lebih dari 450 juta Euro dalam PDB Madrid per tahun dan menciptakan 8.200 lapangan kerja,”

kata Isabel Diaz Ayuso, President of the Region of Madrid.

Perlu dicatat, kehadiran F1 Madrid nanti bukan berarti menggantikan seri di Catalunya. Keduanya akan berjalan beriringan sebagai pelengkap. Namun begitu, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Saat ini, proses homologasi oleh FIA dan finalisasi desain akhir sirkuit masih terus berjalan. Semuanya harus sempurna sebelum lampu start benar-benar padam pada 2026.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar