Di sisi lain, implementasinya sudah mulai berjalan. Doddy Rahadi, Kepala Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI), mengungkapkan langkah awal sudah dimulai lewat kerjasama dengan program Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).
Kerja sama dengan pihak Swiss ini sendiri didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO). Fokusnya adalah membangun sistem pendidikan vokasi yang solid, terutama untuk sektor-sektor strategis seperti logam, manufaktur, makanan, plus mebel dan perkayuan. Kolaborasi ini melibatkan politeknik dan akademi komunitas terpilih.
Sebagai bentuk komitmen, tahun lalu Kemenperin bersama SS4C bahkan sudah menerbitkan sebuah buku panduan. Buku itu berisi prosedur lengkap, mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian magang. Semua peran dan tanggung jawab setiap pihak di dalamnya dijelaskan dengan rinci. Panduan ini diharapkan bisa menjadi peta jalan yang jelas, agar program magang terstruktur ini tidak hanya wacana, tapi benar-benar terimplementasi dengan baik di lapangan.
Artikel Terkait
BMW Tercoreng Lesunya Pasar AS dan China di Kuartal Akhir 2025
Trump Tawarkan Rp1,68 Miliar per Warga untuk Beli Greenland, Ditolak Tegas
Gus Yaqut Ditahan KPK, Kooperatif Hadapi Kasus Kuota Haji
Gunungan Sampah Bantargebang Bakal Disulap Jadi Harta Karun Energi