Kementerian Perindustrian punya cara baru untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Mereka sedang gencar mengembangkan pendidikan vokasi, dengan fokus pada program magang yang lebih terstruktur. Sistem ini, menariknya, mengadopsi model yang sudah terbukti dari Swiss.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan betapa krusialnya peran pendidikan vokasi. Menurutnya, ini bukan sekadar soal mencetak lulusan, tapi menyiapkan SDM yang benar-benar adaptif dengan kebutuhan industri nyata. Tujuannya jelas: menjaga rantai pasok nasional tetap kuat dan berkelanjutan.
Jadi, apa yang berbeda? Program yang didorong Kemenperin ini mengusung sistem ganda. Praktiknya, proses belajar bakal berlangsung di dua tempat sekaligus: di kampus dan langsung di perusahaan. Harapannya, dengan pendampingan dari pelatih yang kompeten di dunia kerja, para siswa bisa merasakan langsung dinamika industri.
Artikel Terkait
BMW Tercoreng Lesunya Pasar AS dan China di Kuartal Akhir 2025
Trump Tawarkan Rp1,68 Miliar per Warga untuk Beli Greenland, Ditolak Tegas
Gus Yaqut Ditahan KPK, Kooperatif Hadapi Kasus Kuota Haji
Gunungan Sampah Bantargebang Bakal Disulap Jadi Harta Karun Energi