Kementerian Perindustrian punya cara baru untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Mereka sedang gencar mengembangkan pendidikan vokasi, dengan fokus pada program magang yang lebih terstruktur. Sistem ini, menariknya, mengadopsi model yang sudah terbukti dari Swiss.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan betapa krusialnya peran pendidikan vokasi. Menurutnya, ini bukan sekadar soal mencetak lulusan, tapi menyiapkan SDM yang benar-benar adaptif dengan kebutuhan industri nyata. Tujuannya jelas: menjaga rantai pasok nasional tetap kuat dan berkelanjutan.
Jadi, apa yang berbeda? Program yang didorong Kemenperin ini mengusung sistem ganda. Praktiknya, proses belajar bakal berlangsung di dua tempat sekaligus: di kampus dan langsung di perusahaan. Harapannya, dengan pendampingan dari pelatih yang kompeten di dunia kerja, para siswa bisa merasakan langsung dinamika industri.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegas Jaga Rasio Utang di 40% Meski Aturan Izinkan 60%
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Panjang Haji
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman
Citigroup Perkuat Tim IT Internal dan AI untuk Kurangi Ketergantungan pada Kontraktor