Kementerian Perindustrian punya cara baru untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Mereka sedang gencar mengembangkan pendidikan vokasi, dengan fokus pada program magang yang lebih terstruktur. Sistem ini, menariknya, mengadopsi model yang sudah terbukti dari Swiss.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan betapa krusialnya peran pendidikan vokasi. Menurutnya, ini bukan sekadar soal mencetak lulusan, tapi menyiapkan SDM yang benar-benar adaptif dengan kebutuhan industri nyata. Tujuannya jelas: menjaga rantai pasok nasional tetap kuat dan berkelanjutan.
Jadi, apa yang berbeda? Program yang didorong Kemenperin ini mengusung sistem ganda. Praktiknya, proses belajar bakal berlangsung di dua tempat sekaligus: di kampus dan langsung di perusahaan. Harapannya, dengan pendampingan dari pelatih yang kompeten di dunia kerja, para siswa bisa merasakan langsung dinamika industri.
Artikel Terkait
Kemacetan dan Infrastruktur yang Tersendat Ancam Pesona Bali di Mata Wisatawan
Benteng Pendem Ambarawa: Kisah yang Kini Bisa Disambung Kembali
Setelah 29 Tahun, Kisah Cinta Ridwan Kamil dan Atalia Berakhir di Pengadilan Agama
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran