Di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, suasana Selasa pagi itu cukup hikmat. Presiden Prabowo Subianto sedang memberikan taklimat awal tahun. Tiba-tiba, perhatian semua yang hadir tertuju pada sebuah layar. Di sana, tampak wajah-wajah ceria anak-anak dari berbagai penjuru negeri, sedang asyik menyantap hidangan. Itulah wajah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan.
Prabowo, dengan nada suara yang terdengar penuh keyakinan, menyampaikan betapa program ini sangat dinantikan. Antusiasme anak-anak Indonesia, menurutnya, adalah bukti nyata yang tak terbantahkan. "Saya tidak paham," ujarnya dengan tekanan, "manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu."
Kata-katanya langsung terasa mengena. Dia seolah sedang berbicara langsung kepada sekelompok orang yang selama ini meragukan, bahkan mengejek, gagasannya itu.
"Hei orang-orang pinter yang ngejek, lihatlah dengan mata dan hatimu rakyat kita, anak-anak itu," seru Prabowo.
Rupanya, sindiran dan keraguan dari berbagai kalangan, termasuk yang disebutnya 'pakar', tak membuatnya gentar. Justru, ia makin yakin. Prabowo menegaskan bahwa MBG akan dibuktikan sendiri keberhasilannya di lapangan. Keyakinannya itu bukan tanpa alasan. Dalam kunjungannya ke daerah, ia mengaku seringkali disambut dengan pertanyaan yang menyentuh dari anak-anak.
Artikel Terkait
Benteng Pendem Ambarawa: Kisah yang Kini Bisa Disambung Kembali
Setelah 29 Tahun, Kisah Cinta Ridwan Kamil dan Atalia Berakhir di Pengadilan Agama
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran
Suzuki Pastikan Suku Cadang Baleno Tetap Tersedia Meski Sudah Pensiun