Di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, suasana Selasa pagi itu cukup hikmat. Presiden Prabowo Subianto sedang memberikan taklimat awal tahun. Tiba-tiba, perhatian semua yang hadir tertuju pada sebuah layar. Di sana, tampak wajah-wajah ceria anak-anak dari berbagai penjuru negeri, sedang asyik menyantap hidangan. Itulah wajah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan.
Prabowo, dengan nada suara yang terdengar penuh keyakinan, menyampaikan betapa program ini sangat dinantikan. Antusiasme anak-anak Indonesia, menurutnya, adalah bukti nyata yang tak terbantahkan. "Saya tidak paham," ujarnya dengan tekanan, "manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu."
Kata-katanya langsung terasa mengena. Dia seolah sedang berbicara langsung kepada sekelompok orang yang selama ini meragukan, bahkan mengejek, gagasannya itu.
"Hei orang-orang pinter yang ngejek, lihatlah dengan mata dan hatimu rakyat kita, anak-anak itu," seru Prabowo.
Rupanya, sindiran dan keraguan dari berbagai kalangan, termasuk yang disebutnya 'pakar', tak membuatnya gentar. Justru, ia makin yakin. Prabowo menegaskan bahwa MBG akan dibuktikan sendiri keberhasilannya di lapangan. Keyakinannya itu bukan tanpa alasan. Dalam kunjungannya ke daerah, ia mengaku seringkali disambut dengan pertanyaan yang menyentuh dari anak-anak.
"Bahkan sekarang saya repot, saya sedih," ceritanya, menggambarkan pengalaman itu. "Kalau saya ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya, teriak ke saya. 'Pak, kapan kami terima MBG?'."
Bayangkan saja. Saat kendaraan pengantar MBG datang, warga sudah menunggu dan menyambut dengan sukacita. Adegan seperti dalam video itulah yang menjadi pembakar semangatnya.
Di sisi lain, Presiden tak lupa memberikan suntikan motivasi kepada jajaran kabinetnya yang hadir. Pesannya jelas: mereka harus terus bekerja tanpa keraguan. Menurut Prabowo, pemerintah saat ini sedang menapaki jalan yang lurus dan penuh berkah.
"Percaya, kita berada di jalan yang benar," tegasnya. "Di jalan membela keadilan, memberantas kemiskinan, menghilangkan kelaparan. Jalan yang bersih, yang suci, yang diridai Tuhan Maha Kuasa. Jangan ragu-ragu."
Semangatnya terpancar kuat. Di balik semua polemik, Prabowo tampak berpegang teguh pada satu hal sederhana: senyum dan harapan anak-anak yang menanti makan bergizi di meja mereka.
Artikel Terkait
Lebih dari 4.200 WNI Korban Sindikat Scam Kamboja Ajukan Repatriasi di Awal 2026
Mahkamah Agung AS Batalkan Dasar Hukum Tarif Trump, Administrasi Miliki Empat Opsi Lain
Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Dibuka, Berangkat 17 Maret dari Monas
Anggota DPR Kritik LPDP: Beasiswa Negara Dinilai Lebih Mudah Diakses Kalangan Mampu