Di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, suasana Selasa pagi itu cukup hikmat. Presiden Prabowo Subianto sedang memberikan taklimat awal tahun. Tiba-tiba, perhatian semua yang hadir tertuju pada sebuah layar. Di sana, tampak wajah-wajah ceria anak-anak dari berbagai penjuru negeri, sedang asyik menyantap hidangan. Itulah wajah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan.
Prabowo, dengan nada suara yang terdengar penuh keyakinan, menyampaikan betapa program ini sangat dinantikan. Antusiasme anak-anak Indonesia, menurutnya, adalah bukti nyata yang tak terbantahkan. "Saya tidak paham," ujarnya dengan tekanan, "manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu."
Kata-katanya langsung terasa mengena. Dia seolah sedang berbicara langsung kepada sekelompok orang yang selama ini meragukan, bahkan mengejek, gagasannya itu.
"Hei orang-orang pinter yang ngejek, lihatlah dengan mata dan hatimu rakyat kita, anak-anak itu," seru Prabowo.
Rupanya, sindiran dan keraguan dari berbagai kalangan, termasuk yang disebutnya 'pakar', tak membuatnya gentar. Justru, ia makin yakin. Prabowo menegaskan bahwa MBG akan dibuktikan sendiri keberhasilannya di lapangan. Keyakinannya itu bukan tanpa alasan. Dalam kunjungannya ke daerah, ia mengaku seringkali disambut dengan pertanyaan yang menyentuh dari anak-anak.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Batas Utang 40% PDB dan Defisit 3% Sesuai Arahan Presiden
KAI Daop 1 Jakarta Peringatkan Masyarakat Soal Penipuan Rekrutmen di TikTok
Pemerintah Siapkan Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investasi Asing di Tengah Gejolak Global
BPKH Salurkan Rp12,92 Triliun untuk Persiapan Biaya Haji 2025