Kayu Hanyutan Diolah Jadi Huntara, Upaya Bersihkan Pasca-Bencana di Sumatera

- Selasa, 06 Januari 2026 | 12:05 WIB
Kayu Hanyutan Diolah Jadi Huntara, Upaya Bersihkan Pasca-Bencana di Sumatera

“Selain pembersihan dan pemilahan kayu, kami juga mendukung penyiapan lahan untuk huntara dan huntap. Kayu yang terdata akan dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat masyarakat sesuai ketentuan,” kata Novita.

Di Garoga saja, sementara ini terkumpul ratusan batang kayu bulat dan kayu gergajian dengan total volume mencapai ratusan meter kubik.

Lalu, bagaimana dengan Sumatera Barat? Prosesnya masih berada di tahap awal. Tim di lapangan sedang gencar melakukan identifikasi dan pendataan. Lokasinya tersebar, mulai dari Pantai Padang hingga sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji dan Air Dingin.

“Saat ini kami masih melakukan penghitungan jumlah dan jenis kayu hanyutan di beberapa lokasi,” ujar Hartono, Kepala BKSDA Sumatera Barat.

Ia menjelaskan, data yang akurat ini nantinya akan menjadi pedoman. Pemanfaatan kayu baru bisa dilakukan secara resmi setelah tim khusus dibentuk melalui Surat Keputusan Gubernur.

Yang jelas, pekerjaan ini masih panjang. Kementerian Kehutanan berjanji akan terus memperbarui data secara berkala. Tujuannya satu: memastikan semua kayu sisa bencana ini bisa dimanfaatkan dengan baik, tertib, dan benar-benar meringankan beban warga yang terdampak.


Halaman:

Komentar