Kolaborasi juga akan diperluas. SUN Energy berencana menjalin kerja sama dengan berbagai kawasan industri. Ruang lingkupnya luas, mulai dari membangun sistem energi terintegrasi, elektrifikasi armada kendaraan operasional, sampai pengembangan infrastruktur untuk kendaraan listrik.
"Pendekatan ini memungkinkan industri mengelola energi dan emisi secara menyeluruh, dari sumber energi, penyimpanan, hingga mobilitas, sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang,"
lanjut Emmanuel.
Di tahun yang sama, perusahaan ini juga berencana memperkuat perannya di segmen Independent Power Producer (IPP). Tujuannya mendukung proyek energi surya berskala besar. Harapannya, kontribusi terhadap bauran energi nasional bisa makin kuat.
Strategi ini diperkuat dengan menyatukan ekosistem bisnis mereka. SUN Mobility hadir dengan solusi elektrifikasi transportasi. Sementara SUN Terra fokus pada pengelolaan sistem energi surya.
Intinya, integrasi ini dirancang untuk menawarkan solusi keberlanjutan yang utuh. Mencakup energi, mobilitas, dan pengelolaan sumber daya dalam satu paket terpadu. Semua demi mendukung agenda dekarbonisasi industri yang lebih menyeluruh dan yang paling penting benar-benar bisa dijalankan.
Artikel Terkait
DJP Siap Eksekusi 200 Penunggak Pajak Kakap, Rp13,1 Triliun Telah Disetor
Liburan Tanpa Ribet: Mister Aladin dan Kredivo Bikin Jalan-Jalan Bisa Dicicil
APBN 2025 Cetak Kelebihan Dana, SiLPA Tembus Rp48,9 Triliun
Defisit APBN 2025 Melonjak, Menkeu: Ini Langkah Sengaja untuk Jaga Ekonomi