Lewat Mekaar, prosesnya berubah. Pembiayaan menjadi ajang belajar mengelola usaha, menguatkan mental, dan tumbuh bersama dalam kelompok yang saling menyokong. Dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya, kapasitas mereka dibangun perlahan. Tujuannya jelas: agar yang dulu hanya sekadar bertahan, kini punya keberanian untuk bermimpi lebih jauh.
Hasilnya? Data berbicara. Survei Indeks Mekaar 2024 menunjukkan angka yang cukup menggembirakan: 72% nasabah merasa perannya dalam pengambilan keputusan keluarga meningkat. Lalu, 74% mengalami kenaikan pendapatan. Yang tak kalah penting, 78% sudah memahami dan menerapkan laporan keuangan bisnis sederhana. Dan sebanyak 90% merasakan dampak kemandirian finansial.
Menanggapi capaian ini, Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, memberikan penekanan.
“Ini bukan sekadar survei,” tegasnya.
“Di balik angka-angka ini, ada cerita tentang ibu-ibu yang kini lebih berani berpendapat di rumahnya, usaha yang perlahan tumbuh, dan keluarga yang mulai berdiri di atas kakinya sendiri. Itulah adalah upaya kami untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendorong agar semakin banyak kisah Bu Selly lainnya dari seluruh Indonesia.”
Pada akhirnya, kisah dari Pulau Saparua ini mengingatkan kita pada satu hal. Perubahan besar seringkali berawal dari langkah kecil yang tak kenal lelah. Dan kadang, ia justru datang dari pulau-pulau terpencil, digerakkan oleh hati seorang ibu yang tak ingin anak-anak sekitarnya kehilangan cahaya masa depan.
Artikel Terkait
DJP Siap Eksekusi 200 Penunggak Pajak Kakap, Rp13,1 Triliun Telah Disetor
Liburan Tanpa Ribet: Mister Aladin dan Kredivo Bikin Jalan-Jalan Bisa Dicicil
APBN 2025 Cetak Kelebihan Dana, SiLPA Tembus Rp48,9 Triliun
Defisit APBN 2025 Melonjak, Menkeu: Ini Langkah Sengaja untuk Jaga Ekonomi