Menjelang pergantian tahun, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah mengirimkan rancangan insentif untuk industri otomotif ke Kementerian Keuangan. Program yang diusulkan ini rencananya bakal mulai berlaku pada 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, usulan ini punya tujuan yang jelas: melindungi lapangan kerja dan menguatkan ekosistem manufaktur otomotif dalam negeri. "Kami sudah kirim," ujarnya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
“Dan seperti yang selalu kami sampaikan, program ini kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, dan juga penguatan manufaktur di bidang otomotif.”
Menurut Agus, rancangan yang baru ini jauh lebih komprehensif dan terukur ketimbang skema insentif darurat yang dulu digelar saat pandemi Covid-19. Intinya, keberlangsungan pekerja di sektor ini harus benar-benar terjaga.
“Interest dari Kemenperin cuma satu,” tegasnya.
“Yakni melindungi tenaga kerja yang ada di sektor otomotif, di seluruh ekosistemnya. Soalnya, forward dan backward linkage-nya sangat tinggi. Sektor otomotif itu terlalu besar untuk dibiarkan begitu saja, maka itu harus kita lindungi.”
Artikel Terkait
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran
Suzuki Pastikan Suku Cadang Baleno Tetap Tersedia Meski Sudah Pensiun
Raja Ampat Pasang Tarif Masuk Baru: Rp 1 Juta untuk Turis Asing
Layanan Kesehatan di Wilayah Banjir Sumatera Mulai Bangkit, 87 RS Kembali Beroperasi