Manager Public Relation PT YIMM, Rifki Maulana, mengonfirmasi hal ini. "Kami masih mencari momen terbaik. Mencari format seperti apa yang paling efektif untuk masyarakat Indonesia," jelasnya.
Grafik Penjualan 2025: Tak Semeriah Tahun Sebelumnya
Membahas pasar secara keseluruhan, Budi mengaku penjualan motor listrik sepanjang 2025 terasa lebih landai. Jika dibandingkan capaian 2024, selisihnya bisa lebih dari 25 persen.
"Intinya, sepanjang 2025 ini terjual sekitar 55 ribu unit. Turun sekitar 20 ribuan unit dari tahun sebelumnya," terang Budi.
Data yang berhasil dihimpun hingga 9 Desember 2025 menunjukkan angka penyaluran sebanyak 55.059 unit. Jelas turun signifikan, sekitar 28,5 persen, dari angka 77.078 unit di 2024.
Namun begitu, jika dilihat dari kacamata yang lebih panjang, trennya justru naik. Dalam lima tahun terakhir, penyerapan motor listrik dalam negeri memang bertahap meningkat. Awalnya cuma puluhan unit di 2017, lalu merangkak naik menjadi ribuan di tahun-tahun berikutnya.
Lonjakan signifikan terjadi di 2023, bersamaan dengan dimulainya program subsidi pemerintah sebesar Rp 7 juta. Penjualan langsung melesat jadi 62.409 unit, dan terus naik ke 77.078 unit di 2024.
Secara akumulatif, populasi motor listrik di Indonesia kini telah menyentuh angka 225.647 unit. Meski begitu, rincian apakah angka ini murni unit baru atau termasuk hasil konversi, tidak dijelaskan lebih lanjut.
Budi tak menampik bahwa melesatnya penjualan dalam tiga tahun belakangan ini erat kaitannya dengan dukungan pemerintah. Karena itu, ia dan asosiasinya berharap stimulus untuk roda dua listrik bisa dihidupkan kembali tahun ini. Harapannya, pasar bisa kembali bergairah.
Artikel Terkait
Pemilik Kendaraan di Jakarta Bisa Ajukan Potongan Pajak Hingga 50 Persen
Waspada, Jabodetabek Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
Kementerian HAM Buka 500 Formasi PPPK, Pendaftaran Dimulai Awal Januari
Kemacetan dan Infrastruktur yang Tersendat Ancam Pesona Bali di Mata Wisatawan