Kepastian soal insentif kendaraan listrik untuk tahun 2026 masih menggantung. Industri menunggu, tapi jawabannya belum juga datang. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku belum menerima surat permohonan resmi dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita terkait kebijakan lanjutan itu.
"Ya mungkin belum sampai ke saya suratnya. Saya belum baca suratnya, saya belum tahu,"
ujar Purbaya ketika ditemui pada Minggu, 4 Januari 2026 lalu.
Namun begitu, dia memberikan sinyal yang cukup positif. Purbaya berjanji akan segera menindaklanjuti persoalan ini demi memberikan kepastian bagi para pelaku usaha. "Saya akan selesaikan itu ya. Terima kasih," tambahnya singkat.
Di sisi lain, ceritanya agak berbeda dari Kementerian Perindustrian. Juru bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, justru membenarkan bahwa surat usulan skema insentif untuk tahun depan sudah dikirimkan. Jadi, ada sedikit kesenjangan informasi di sini.
Yang jelas, sampai detik ini pemerintah masih menutup rapat soal detailnya. Besaran subsidi atau keringanan pajak untuk kendaraan listrik tahun 2026, juga kriteria kendaraannya, masih jadi misteri. Kemenperin menyebut substansi usulan itu rahasia dan masih dalam pembahasan internal antar-kementerian.
Ketidakpastian ini tentu bikin was-was. Sektor otomotif, khususnya EV, sangat bergantung pada katalis kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Investasi hijau di Indonesia juga taruhannya.
Pada akhirnya, sinergi antara Kemenperin dan Kemenkeu akan jadi penentu utama. Kerja sama mereka yang menentukan apakah harga kendaraan listrik nanti tetap bisa dijangkau atau tidak. Semoga saja kepastiannya segera datang, sebelum industri kehilangan ritme.
Artikel Terkait
Utusan Trump Temui Reza Pahlavi, Isyarat Perubahan Sikap AS terhadap Rezim Iran
Trump Tolak Putusan MA, Klaim Tak Perlu Izin Kongres untuk Terapkan Tarif
Pengamat Peringatkan Risiko Defisit dan Pelemahan Rupiah dari Impor Minyak AS
Ahli Gizi Ungkap Peran Minyak Zaitun Tingkatkan Penyerapan Nutrisi