Argumennya sederhana namun kuat. Kontribusi nyata di lapangan. “Kontribusinya jelas ya dengan 6 assist, 5 gol. Menurut saya dia layak. Man of the match-nya juga banyak tentunya,” tambahnya.
Sebagai mantan pemain Timnas sendiri, Arthur merasa tim pelatih harus jeli melihat talenta dalam negeri. Ia mendorong agar Ezra diberi kesempatan. Namun begitu, ia juga sadar sepenuhnya bahwa keputusan akhir bukan di tangannya.
“Menurut saya dia layak untuk dicoba di Timnas. Tapi kembali lagi, itu terserah pelatih Timnas,” tegas pria 32 tahun itu.
Dan saat ini, yang memegang kendali adalah John Herdman. Pelatih asal Inggris itu mengambil alih kursi kepelatihan Timnas Indonesia pada Oktober 2025, menggantikan Patrick Kluivert. Kini, semua mata tertuju padanya untuk menilai siapa-siapa saja yang akan memperkuat skuad Garuda.
Artikel Terkait
BRI Permudah Bayar UTBK SNBT Lewat Aplikasi BRImo
Iran Siapkan Perang Jangka Panjang di Balik Meja Perundingan
Presiden Prabowo Perintahkan Jaksa Agung Tindak Tegas Tambang Ilegal yang Ndableg
Anggota DPR Nilai Wacana War Ticket untuk Haji Berbahaya dan Langkah Mundur