Pandangan keras terhadap Havana itu mendapat dukungan dari Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
"Situasi di Kuba adalah sebuah bencana," tegas Rubio, yang sendiri merupakan keturunan Kuba.
Dia tak segan menyebut para penguasa di Havana sebagai orang-orang yang tidak kompeten dan pikun. "Atau dalam beberapa kasus, bukan pikun, tapi benar-benar tidak becus," tambahnya.
Komunitas Kuba-Amerika, yang banyak menetap di Florida, memang kerap menjadi penentang rezim komunis yang berkuasa. Mereka menjadi salah satu basis dukungan penting bagi kebijakan keras Washington terhadap Havana. Ancaman-ancaman terbaru ini, tampaknya, tak lepas dari dinamika politik dalam negeri AS sendiri.
Artikel Terkait
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional