Dari sisi demografi, data menunjukkan sekitar 64,5% penderitanya adalah perempuan. Sementara itu, anak-anak dan remaja justru paling banyak terdampak. Kelompok usia 1-10 tahun menyumbang 35,5% kasus, diikuti usia 11-20 tahun (19,4%) dan 21-30 tahun (21%). Lansia di atas 60 tahun justru terpapar lebih sedikit, hanya sekitar 8,1%.
Nah, di tengah temuan ini, apa yang harus dilakukan masyarakat? Imbauannya sebenarnya klasik, tapi selalu relevan: terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jaga daya tahan tubuh, dan yang tak kalah penting, vaksinasi influenza tahunan terutama buat kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, atau mereka yang punya penyakit bawaan.
Intinya, jangan panik. Tapi jika gejala seperti demam, batuk, pilek, atau sakit tenggorokan muncul, sebaiknya segera periksa ke dokter. Istirahat di rumah, pakai masker, dan terapkan etika batuk yang benar. Jika dalam tiga hari kondisi tak kunjung membaik atau malah memburuk, jangan tunda lagi untuk mencari pertolongan medis. Situasi memang terkendali, namun kewaspadaan individu tetap menjadi kunci.
Artikel Terkait
Herdman Buka Pintu, Tiga Naturalisasi Era Shin Tae-yong Siap Dihidupkan Kembali
Banjir dan Longsor Landa Lima Wilayah di Awal 2026
Bali Pecahkan Rekor: 7 Juta Wisatawan Asing Membanjiri Pulau Dewata di 2025
Pelni Dapat Mandat dan Subsidi Rp2,97 Triliun untuk Layani Daerah 3T