JAKARTA – Soal penyebaran influenza A (H3N2) atau yang belakangan disebut 'Super Flu Subclade K', Kementerian Kesehatan memastikan situasi masih terkendali. Tidak ada lonjakan kasus yang mengkhawatirkan, dan tingkat keparahannya pun dinilai tak lebih berbahaya dibandingkan varian flu musiman lainnya. Meski begitu, kewaspadaan tetap harus dijaga.
Lantas, di mana saja kasus ini sudah muncul? Pertanyaan itu akhirnya terjawab dengan rilis data terbaru dari Kemenkes.
Menurut dr Prima Yosephine, Direktur Penyakit Menular Kemenkes, subclade K ini sebenarnya sudah terendus di Indonesia sejak Agustus 2025 lalu. Penemuan itu didapat melalui sistem surveilans rutin di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kalau dirinci, persebarannya cukup menarik. Jawa Timur memimpin dengan 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan (18 kasus), dan Jawa Barat (10 kasus). Beberapa provinsi lain seperti Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DIY juga melaporkan, meski jumlahnya lebih sedikit, hanya berkisar 1 hingga 5 kasus.
Artikel Terkait
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 48 Jam dari AS, Tuntut Perdamaian Permanen
BMKG Catat 544 Gempa Susulan Pascagempa M7,6 di Bitung, Tren Mulai Menurun
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren
Empat Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas Saat Bersihkan Tangki Air di Jagakarsa