"Kami menyesalkan terjadinya sejumlah insiden itu. Kami berupaya mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari dan harapannya masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan selamat, aman, dan lancar," kata Menhub.
Kini, perhatian mulai beralih ke arus balik. Menhub Dudy sudah meminta semua stakeholder transportasi bersiap. Titik-titik rawan kepadatan harus dipetakan. Kesiapan pelayanan di simpul-simpul seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara juga harus diperkuat.
"Untuk angkutan umum, kami mendorong kesiapan cadangan armada dan penambahan petugas sesuai kebutuhan di lapangan. Adapun untuk angkutan jalan, kami bersama stakeholder terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow atau one way secara situasional," jelasnya.
Pesan terakhir untuk masyarakat yang akan mudik balik? Rencanakan perjalanan dengan matang. Cobalah berangkat di luar prediksi waktu puncak jika memungkinkan.
"Selalu pantau informasi terkait arus lalu lintas dan cuaca melalui kanal resmi yang tersedia. Khusus bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, selalu patuhi aturan lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan," imbau Menhub Dudy menutup pernyataannya.
Gelombang perjalanan belum usai. Puncak arus balik biasanya justru lebih padat. Semoga semua lancar dan selamat sampai tujuan.
Artikel Terkait
RSUD Tamiang Bangkit dari Lumpur, Air Bersih Jadi Prioritas
Kawasaki W175 Kembali dengan Dua Wajah: Retro ABS dan Sentuhan Urban Street
Super Flu Subclade K Sudah Ada di 8 Provinsi, Mayoritas Serang Anak dan Perempuan
Polisi Selidiki Bom Molotov dan Teror Bangkai Ayam ke Rumah DJ Donny