Di sisi lain, data impor sudah menunjukkan tren melandai. Dalam periode Januari hingga November 2025 saja, impor daging sapi China tercatat turun tipis 0,3 persen, menjadi 2,59 juta ton. Tren penurunan ini diprediksi akan makin kentara setelah kebijakan tarif benar-benar diterapkan.
“Impor daging sapi China diperkirakan menurun pada 2026 sebagai dampak dari kebijakan tersebut,"
Demikian analisis Hongzhi Xu, seorang analis senior di Beijing Orient Agribusiness Consultants. Prediksinya masuk akal, melihat kondisi industri peternakan lokal.
Memang, peternakan sapi potong di China diakui semakin sulit bersaing dengan efisiensi dan skala produksi dari negara seperti Brasil atau Argentina. Menurut sejumlah pengamat, kondisi ketertinggalan ini bukan sesuatu yang bisa dibalik dalam waktu singkat. Sekalipun dengan terobosan teknologi atau reformasi kelembagaan, butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengejar ketertinggalan.
Jadi, langkah ini lebih seperti tameng darurat. Sebuah upaya untuk memberi ruang bernapas bagi industri dalam negeri, sambil mengendalikan gelombang impor yang selama ini membanjiri pasar.
Artikel Terkait
Prancis Siap Cabut Akses Medsos untuk Remaja di Bawah 15 Tahun pada 2026
Nyaris Tertinggal Kereta, Sebuah Drama Pagi di Solo yang Berakhir Damai di Bandung
Lebih dari 311 Ribu Kendaraan Serbu Tol Jabotabek Menyambut Libur Tahun Baru
Kevin Diks Buka Suara: Bundesliga Lebih Berkesan Daripada Serie A