Analisis lebih lanjut mengungkap mekanisme sumber gempa berupa pergerakan naik atau thrust fault. Lantas, seberapa kuat guncangannya dirasakan di daratan?
Peta guncangan BMKG memperkirakan getaran terkuat dirasakan di daerah Nanusa. Di sana, skala intensitasnya mencapai III-IV MMI. Artinya, jika gempa terjadi siang hari, getarannya akan dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah. Sementara di wilayah seperti Gemeh dan Tampan' Amma, guncangannya lebih ringan, skala II-III MMI. Getarannya digambarkan seperti sensasi ketika truk besar melintas di dekat rumah.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Tim BMKG masih terus memantau. Hingga pukul 10.15 WIB pagi itu, hasil monitoring juga belum mencatat adanya gempa susulan. Situasi tampaknya mulai tenang.
Meski begitu, kejadian ini mengingatkan kita kembali bahwa negeri ini memang duduk di atas cincin api. Kesiapsiagaan tetap jadi kunci.
Artikel Terkait
Harga Cabai Anjlom, Bawang Merah dan Ayam Naik Tipis Menurut BI
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Justin Hubner Terancam Izin Kerja di Belanda Meski Berstatus Homegrown di Inggris
Min Aung Hlaing Resmi Dilantik sebagai Presiden Myanmar Setelah Lima Tahun Berkuasa