Gempa M4,7 Guncang Talaud, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

- Kamis, 01 Januari 2026 | 12:45 WIB
Gempa M4,7 Guncang Talaud, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Indonesia, kali ini di sekitar Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Getarannya terjadi pada Kamis pagi, tepatnya 1 Januari 2026, pukul sembilan lewat lima puluh enam menit. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung merilis data awal: kekuatannya Magnitudo 5.0. Kabar baiknya, mereka dengan cepat memastikan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami. Warga pun bisa sedikit bernapas lega.

Namun begitu, data yang dirilis kemudian mengalami sedikit pembaruan. Hasil analisis lebih mendalam dari BMKG menyebutkan magnitudonya turun menjadi M4,7. Pusat gempa atau episenternya berada di laut, sekitar 38 kilometer arah timur laut dari Pulau Karatung. Kedalamannya cukup, mencapai 83 kilometer di bawah permukaan bumi.

Menurut penjelasan Daryono, selaku Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, gempa ini tergolong jenis gempa menengah.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Filipina," jelasnya melalui keterangan tertulis.

Analisis lebih lanjut mengungkap mekanisme sumber gempa berupa pergerakan naik atau thrust fault. Lantas, seberapa kuat guncangannya dirasakan di daratan?

Peta guncangan BMKG memperkirakan getaran terkuat dirasakan di daerah Nanusa. Di sana, skala intensitasnya mencapai III-IV MMI. Artinya, jika gempa terjadi siang hari, getarannya akan dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah. Sementara di wilayah seperti Gemeh dan Tampan' Amma, guncangannya lebih ringan, skala II-III MMI. Getarannya digambarkan seperti sensasi ketika truk besar melintas di dekat rumah.

Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Tim BMKG masih terus memantau. Hingga pukul 10.15 WIB pagi itu, hasil monitoring juga belum mencatat adanya gempa susulan. Situasi tampaknya mulai tenang.

Meski begitu, kejadian ini mengingatkan kita kembali bahwa negeri ini memang duduk di atas cincin api. Kesiapsiagaan tetap jadi kunci.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar