Ke depan, Agus menekankan pentingnya peta jalan yang jelas. Tanpa roadmap yang terukur, sebuah kebijakan bisa jadi seperti perahu tanpa kemudi.
Katanya menegaskan.
Intinya, selama ekosistem kendaraan listrik masih dalam fase pertumbuhan, insentif harus tetap ada. Pencabutan prematur justru kontra-produktif.
Pungkasnya.
Selain untuk menjaga laju pertumbuhan, insentif juga punya peran strategis lain: mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM. Dua tujuan besar ini, membangun industri dan mengamankan energi, seharusnya jadi alasan kuat untuk menjaga konsistensi kebijakan. Tanpa itu, momentum yang sudah terbangun bisa-bisa menguap begitu saja.
Artikel Terkait
JK Kritik WFH ASN: Khawatirkan Penurunan Produktivitas dan Layanan Publik
Bareskrim Sita 6 Kg Emas dan Rp1,4 Miliar dalam Pengembangan Kasus Pencucian Uang Tambang Ilegal
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Angka Kematian Kecelakaan Turun Drastis 31%
Polisi Buru Dua Penjambret Berpengalaman di Jelambar, Aksi Terekam CCTV