"Mohon dukungan dan bantuannya untuk penanganan saudara-saudara kita di daerah yang mengalami bencana. Ini tolong untuk dilanjutkan," kata Menko PMK.
"Sambil kita waspada secara internal, kita juga membantu daerah terdampak agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat."
Saat ini, upaya pemulihan pascabencana tak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur dan logistik. Konektivitas transportasi, jaringan telekomunikasi, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat juga sedang dipulihkan. Pratikno juga menyoroti pentingnya percepatan pemulihan pelayanan pendidikan, mengingat semester baru akan dimulai awal Januari 2026.
Tak lupa, ia mengimbau masyarakat untuk aktif mengikuti informasi dari BMKG dan BNPB. Kewaspadaan mandiri dan kesiapsiagaan berbasis komunitas harus diperkuat. Dalam situasi prihatin ini, ia juga mengajak empati dan solidaritas.
"Diimbau kepada masyarakat untuk rayakan tahun baru dengan cara sederhana, yang lebih bermakna," tuturnya.
"Dengan doa bersama dan solidaritas untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana."
Rapat itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci. Mulai dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Teuku Faishal Fathani, hingga Wakil Mendagri Akhmad Wiyagus. Perwakilan BPBD, pemda, dan unsur TNI-Polri se-Indonesia juga turut serta.
Artikel Terkait
Aplikasi X Lumpuh Total, Ribuan Pengguna Global Terdampak
Harga Referensi Ekspor CPO Naik 5,5% Jadi USD989,63 per Ton
Dua Bocah Berblangkon Deg-degan Saat Serahkan Bunga untuk Presiden Prabowo di Seoul
Rosan Roeslani: Efisiensi Energi BUMN Tak Ganggu Layanan, Justru Pacu Investasi EBT