AM Best Angkat Outlook TUGU, Saham Asuransi BUMN Ini Langsung Melonjak

- Selasa, 30 Desember 2025 | 15:30 WIB
AM Best Angkat Outlook TUGU, Saham Asuransi BUMN Ini Langsung Melonjak

Berita bagus datang dari AM Best, lembaga pemeringkat global ternama. Mereka baru saja mengubah pandangan mereka terhadap PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, atau TUGU. Outlook yang sebelumnya dianggap negatif, kini berbalik menjadi stabil. Ini tentu angin segar bagi perusahaan asuransi plat merah itu.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa (30/12/2025), AM Best tak hanya merevisi outlook. Mereka juga menegaskan kembali Financial Strength Rating (FSR) TUGU di level A- (Excellent). Peringkat kredit jangka panjangnya, atau Long-Term ICR, juga dipertahankan di level "a-".

"AM Best telah merevisi outlook menjadi stabil dari sebelumnya negatif serta menegaskan Financial Strength Rating (FSR) A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating (ICR) jangka panjang 'a-' (Excellent)," begitu bunyi pernyataan mereka.

Lembaga asal Amerika Serikat itu punya alasan kuat. Menurut penilaian mereka, rating ini didukung oleh neraca TUGU yang sangat kuat dan kinerja operasional yang solid. Profil bisnisnya dinilai netral, sementara penerapan manajemen risikonya dianggap sudah memadai. Mereka juga melihat peran induk usaha, Pertamina, yang memberikan dukungan tanpa membuat TUGU bergantung secara berlebihan.

Di sisi lain, perubahan outlook ini bukan tanpa sebab. Ini mencerminkan perbaikan kinerja operasional TUGU dalam beberapa periode belakangan. AM Best berharap tren positif ini bisa terus dipertahankan ke depannya.

Catatan menarik lainnya datang dari performa underwriting. Pada 2024, terjadi perbaikan seiring dengan klaim yang lebih baik, baik di bisnis asuransi maupun reasuransi. Nah, tren baik ini rupanya berlanjut hingga sembilan bulan pertama 2025, didorong oleh underwriting dan investasi yang sama-sama solid.

Mendengar kabar ini, analis pasar pun memberikan tanggapannya. Leonardo Lijuwardi dari NH Korindo Sekuritas mengapresiasi konsistensi TUGU.

"Kemampuan TUGU untuk mempertahankan rating a- sejak tahun 2016 patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan kepercayaan lembaga rating global terhadap profil keuangan TUGU yang senantiasa dijaga kuat setiap tahunnya," ujar Leo.

Ia mengingatkan, di Indonesia hanya ada dua asuransi umum nasional yang punya rating global dari AM Best, dan TUGU adalah salah satunya. Bahkan, TUGU-lah yang paling awal dan konsisten meraih rating a- sejak 2016. Kuncinya ada pada profitabilitas underwriting, neraca yang sehat, dan permodalan yang kuat.

Soal modal ini, kekuatan TUGU tercermin dari rasio Risk Based Capital (RBC) yang selalu jauh di atas batas minimum. Pada Laporan Keuangan Bulanan hingga Oktober 2025, angka RBC-nya mencapai 377,56 persen. Sungguh angka yang impresif.

Bagi Leo, kenaikan outlook ini lebih dari sekadar angka di atas kertas. Ini adalah sinyal optimisme untuk prospek TUGU ke depan, meski tantangan di industri asuransi tak pernah ringan.

“Perbaikan outlook menjadi sentiment positif untuk saham TUGU. Bukan hanya reasuradur global saja yang semakin yakin untuk bermitra bisnis dengan TUGU tetapi juga investor sahamnya. Secara sederhana TUGU memiliki fundamental bisnis baik dan prospek cerah," tuturnya.

Ia menambahkan, di tengah dinamika industri yang kompleks mulai dari pertumbuhan premi yang single digit, aturan modal minimum, hingga penerapan PSAK 117 posisi TUGU tetap kuat. Laporan keuangan konsolidasian hingga September 2025 yang sudah menggunakan PSAK 117 menunjukkan Hasil Jasa Asuransi mencapai Rp682,6 miliar. Pendapatan investasi dan usaha lainnya juga cukup signifikan.

Efeknya di pasar saham pun langsung terasa. Sejak pengumuman dari AM Best, harga saham TUGU bergerak naik. Pada perdagangan Senin (29 Desember 2025), saham TUGU malah ditutup melonjak 5,83 persen ke level Rp1.180 per saham. Kenaikan ini membawa harga sahamnya ke posisi tertinggi sejak awal tahun 2025. Secara year-to-date, kenaikannya sudah mencapai 14,56 persen.

Dan yang menarik, menurut Leo, meski harganya naik, valuasi saham ini masih terlihat murah.

“Bahkan dengan afirmasi rating & outlook yang membaik serta kenaikan harga sahamnya, valuasi TUGU masih di 0,41x Price to Book Value. Sangat terdiskon sehingga aspek inilah yang membuat saham TUGU menarik untuk investor," pungkasnya.

Semua perkembangan ini tentu menjadi modal berharga bagi TUGU untuk melangkah lebih mantap di tahun-tahun mendatang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar