Perjalanan Hidup Menteri Yandri Susanto: Dari Desa Tertinggal ke Puncak Karier
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto berbagi cerita inspiratif tentang masa kecilnya yang penuh tantangan di Bengkulu. Dalam sebuah acara konsolidasi pemberdayaan masyarakat, ia mengungkapkan pengalaman hidup tanpa akses listrik dan fasilitas dasar selama bertahun-tahun.
Masa Kecil di Tengah Keterbatasan
Yandri Susanto menceritakan bahwa kampung halamannya terletak sekitar 150 kilometer dari Seluma, Bengkulu. Desa tersebut termasuk dalam kategori desa tertinggal dengan berbagai keterbatasan infrastruktur.
"Desa saya adalah desa tertinggal, tidak ada listriknya, tidak ada jembatannya dulu. Sampai tamat kuliah, di rumah orang tua saya tidak punya listrik," ujar Yandri dalam sambutannya pada acara 'Konsolidasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Gotong Royong Membangun Desa'.
Perjuangan Menempuh Pendidikan
Perjalanan pendidikan Yandri penuh dengan rintangan. Saat menempuh pendidikan SMP, ia harus menyeberangi sungai setiap hari untuk sampai ke sekolah, yang seringkali berisiko membuatnya hanyut terbawa arus.
Memasuki jenjang SMA, ia bekerja sebagai marbot atau penjaga masjid untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengalaman ini membentuk karakter dan mental pantang menyerah dalam dirinya.
Jejak Pendidikan di Bengkulu
Yandri Susanto menyatakan kedalaman ikatan emosionalnya dengan Provinsi Bengkulu. Ia menghabiskan seluruh masa pendidikan dasarnya di daerah tersebut, mulai dari SD di Kedurang, SMP di Kedurang, SMA di Kota, hingga menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Bengkulu.
Perjalanan Karier Politik
Setelah menyelesaikan pendidikan, Yandri merantau ke Jakarta dan terpilih menjadi anggota DPR RI selama tiga periode. Puncak kariernya terjadi ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam kabinet pemerintahan saat ini.
Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda
Dalam pesannya, Yandri menekankan pentingnya kesungguhan dan penghormatan kepada orang tua sebagai kunci kesuksesan. Ia mendorong generasi muda Bengkulu untuk percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika disertai dengan tekad dan kerja keras.
"Saya doakan insyaallah banyak putra putri Bengkulu yang akan menjadi orang-orang hebat di masa-masa yang akan datang," tutupnya dengan penuh harap.
Kisah perjalanan hidup Menteri Yandri Susanto ini menjadi bukti nyata bahwa latar belakang yang sederhana dan penuh keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk mencapai kesuksesan dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Artikel Terkait
Tiga Gerbang Tol Tangerang-Merak Sediakan Fasilitas Salat Iduladha bagi Pemudik
IKM Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri atas Video Ceramah yang Dinilai Mengandung Ujaran Kebencian
Pemohon Cabut Gugatan Uji Materiil Pasal Korupsi KUHP Baru di MK
Israel Kembali Targetkan Komandan Baru Hamas di Gaza, Gantikan Petinggi yang Tewas Sebelumnya