Libur Akhir Tahun, LRT Jabodebek Kebanjiran Penumpang

- Selasa, 30 Desember 2025 | 14:50 WIB
Libur Akhir Tahun, LRT Jabodebek Kebanjiran Penumpang

Libur akhir tahun 2025 ternyata membawa angin segar bagi LRT Jabodebek. Dalam rentang empat hari, dari 25 hingga 28 Desember, moda transportasi ini ramai sekali. Jumlah penumpangnya melonjak signifikan dibandingkan hari-hari yang sama di tahun sebelumnya.

Data operasional menunjukkan angka yang cukup mencengangkan: 196.485 pengguna. Kalau dibandingin dengan periode 2024 yang cuma 180.666, kenaikannya mencapai 8,76 persen atau sekitar 15.819 orang lebih banyak. Yang menarik, peningkatan ini terjadi meski jumlah perjalanan kereta nggak ditambah. Artinya, tiap gerbong jadi lebih padat dan minat masyarakat jelas meningkat.

Menurut sejumlah saksi, suasana di beberapa stasiun seperti Harjamukti dan Dukuh Atas terlihat lebih ramai dari biasanya. Keluarga dengan tas ransel dan koper kecil tampak memadati area tunggu, memanfaatkan LRT untuk jalan-jalan atau pulang kampung.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika Putra, melihat tren ini sebagai sinyal positif.

“Peningkatan pengguna ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin dipilih masyarakat sebagai solusi mobilitas perkotaan. Dengan layanan yang konsisten dan terintegrasi, kepercayaan publik terhadap LRT Jabodebek terus tumbuh,”

ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (30/12).

Di sisi lain, kelebihan LRT Jabodebek memang terletak pada integrasinya. Dia nyambung banget dengan moda lain. Numpang KRL Commuter Line, lanjut naik Kereta Cepat Whoosh, atau transit ke MRT Jakarta, jadi lebih gampang. Belum lagi ada angkutan pengumpan yang menjangkau titik-titik di sekitar Jabodebek. Ini bikin perjalanan lintas kawasan jadi efisien, apalagi di saat liburan ketika rencana perjalanan harus matang.

Selain soal konektivitas, faktor penentu lainnya adalah kepastian. Waktu tempuh yang jelas dan jadwal yang konsisten bikin penumpang bisa mengira-ngira. Fasilitas di stasiun dan kereta yang cukup nyaman juga mendukung, cocok untuk berbagai kalangan.

KAI sendiri punya komitmen kuat untuk mendorong transportasi publik jadi pilihan utama. Bukan cuma untuk aktivitas sehari-hari, tapi juga saat liburan panjang seperti ini. Mereka percaya, makin banyak yang beralih ke transportasi umum, kemacetan dan polusi udara bisa ditekan. Pada akhirnya, ini demi sistem transportasi kota yang lebih berkelanjutan.

Radhitya menambahkan poin penting tentang kesadaran kolektif.

“Memanfaatkan LRT Jabodebek bukan hanya soal perjalanan yang lebih nyaman, tetapi juga bagian dari kontribusi bersama dalam membangun mobilitas perkotaan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,”

katanya menegaskan.

Jadi, lonjakan penumpang ini bukan sekadar angka. Dia cerita tentang perubahan kebiasaan dan sedikit harapan untuk kota yang lebih mudah dijelajahi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar