Namun begitu, optimisme ini dibayangi tanda tanya besar. Pertanyaannya: apakah permintaan di sektor lain di luar teknologi akan tetap kuat menyusul tahun 2025? Banyak yang ragu.
IMF dan OECD, misalnya, sudah memproyeksikan perlambatan pertumbuhan ekonomi global ke depan. Data UNCTAD sendiri menunjukkan ada pelambatan momentum di kuartal akhir 2025. Awal tahun sempat ada lonjakan ekspor, diduga karena banyak perusahaan buru-buru beli barang untuk mengakali tarif AS yang akan naik.
“Pada 2026, pertumbuhan perdagangan global diperkirakan akan lebih datar karena perlambatan pertumbuhan ekonomi global, fragmentasi geopolitik, ketidakpastian kebijakan, dan kerentanan aktivitas perdagangan,”
Begitu bunyi laporan UNCTAD yang dirilis bulan ini. Jadi, meski 2025 diprediksi jadi tahun yang gemilang, jalan di depannya mungkin tak semulus yang dibayangkan.
Artikel Terkait
DKI Percepat Penataan Zebra Cross di Jalan Soepomo Usai Viral Gambar Pac-Man
Andik Vermansah Sesali Tolak Tawaran DC United demi Gaji Besar di Malaysia
Kasus Campak Anjlok 93%, Kemenkes Wajibkan Vaksinasi untuk Dokter Internsip
TAUD Pertanyakan Pelimpahan Kasus Penyekapan Andrie Yunus ke Puspom TNI