TNI-Polri Bergegas Dirikan Huntara untuk Korban Bencana Sumbar

- Minggu, 28 Desember 2025 | 02:25 WIB
TNI-Polri Bergegas Dirikan Huntara untuk Korban Bencana Sumbar

Di tengah lumpur dan sisa-sisa reruntuhan, aksi gotong royong terlihat nyata. Personel TNI dan Polri bahu-membahu mendirikan hunian sementara untuk warga Sumatera Barat yang rumahnya hancur diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Mereka bekerja cepat, tapi penuh semangat.

Antusiasme dan kekompakan terpancar jelas dari wajah para prajurit dan polisi itu. Di bawah terik matahari, mereka memasang rangka baja ringan, menyusun dinding papan semen, hingga menutup atap dengan zincalume. Lantai multipleks dipasang, pengecoran dilakukan. Semua bergerak serentak, seolah tak ingin menunggu lebih lama lagi untuk memberikan atap bagi para korban.

Menurut sejumlah saksi, lokasi pembangunan tersebar di beberapa titik rawan. Prajurit Denzipur 2/PS Kodam XX/TIB, misalnya, fokus di dua nagari: Koto Tinggi di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Salareh Aia di Agam. Sementara itu, gabungan personel Brimob Nusantara dan Korpolairud Baharkam Polri mengerjakan tiga lokasi lain mulai dari Kelurahan Kapalo Koto di Kota Padang, Kampung Limou Hantu di Pesisir Selatan, hingga posko di Padang Pariaman.

Rumah-rumah darurat ini memang didesain untuk cepat berdiri. Namun begitu, fasilitas dasarnya tak dilupakan. Setiap unit huntara akan dilengkapi dapur umum, sanitasi yang layak, dan tentu saja, tempat untuk beribadah. Desainnya sederhana, tapi dijamin layak huni.

"Prioritas kita tentu warga yang paling membutuhkan," kata seorang sumber di lokasi. "Mereka yang rumahnya rusak total, hilang, atau tinggal di zona yang masih rawan."

Hunian sementara ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak. Ia memberikan ruang aman dan nyaman selama masa transisi yang sulit, sebelum nantinya hunian permanen bisa dibangun. Di sisi lain, keterlibatan langsung TNI dan Polri ini bukan sekadar tugas. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata komitmen mereka untuk mendampingi masyarakat bangkit pasca bencana.

Pembangunan yang digeber ini berdasarkan data korban yang ada. Harapannya jelas: memulihkan sedikit rasa normalitas, setidaknya dengan memiliki tempat berteduh yang layak. Langkah ini diharap bisa meringankan beban warga, sambil menunggu tahap pemulihan berikutnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar