Di sisi lain, dari Mogadishu, ibukota Somalia, belum ada komentar resmi yang keluar. Tapi sikap pemerintah Somalia sebenarnya sudah jelas dan tak pernah berubah selama puluhan tahun.
Bagaimanapun, cerita panjang Somaliland berawal jauh di tahun 1991. Saat itulah mereka mendeklarasikan pemisahan diri dari Somalia. Sejak saat itu, wilayah itu berjalan sendiri: punya pemerintahan, administrasi, dan keamanan yang mandiri. Hanya saja, tidak satu pun negara di dunia yang mau mengakui kedaulatannya sampai hari ini.
Bagi Somalia, Somaliland tetaplah bagian integral yang tak terpisahkan. Setiap kesepakatan, setiap jabat tangan pihak asing dengan Hargeisa (ibukota Somaliland), dianggap Mogadishu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan mereka. Meski begitu, kenyataan di lapangan berbicara lain: Somalia tak pernah benar-benar bisa mengambil kembali kendali atas wilayah utara itu.
Kini, dengan pengakuan dari Israel, peta politik di kawasan itu mungkin akan berubah drastis. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Semua mata tertuju pada reaksi Somalia dan negara-negara Arab lainnya. Satu hal yang pasti, langkah Netanyahu ini bukan sekadar pernyataan diplomatik biasa; ini adalah gebrakan yang sengaja dibuat untuk mengacak-acak papan catur.
Artikel Terkait
KPK: 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN, Batas Akhir 31 Maret 2026
Upaya Pencurian Motor Gagal di Kos Makassar Berkat Kehadiran Pemilik
Harga Bawang dan Beras Naik, Cabai Merah Turun Drastis di Pasar Tradisional
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar