Lalu, langkah konkretnya apa saja?
“Kami telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, penempatan petugas di titik-titik pelayanan dan titik pantauan khusus, hingga penguatan koordinasi lintas instansi, agar pelayanan kepada masyarakat selama masa Nataru dapat berjalan dengan baik,” tambah Luqman.
Tak cuma soal operasional hari ini. Upaya peningkatan kualitas fasilitas dan integrasi dengan moda transportasi lain juga terus digenjot. Tujuannya sederhana: memberi kemudahan dan kenyamanan lebih, khususnya saat mobilitas sedang tinggi-tingginya.
Harapannya jelas. Kereta api ingin jadi pilihan utama masyarakat untuk pulang kampung atau sekadar liburan akhir tahun. Jika lancar, bukan cuma pergerakan orang yang terbantu, tapi juga aktivitas ekonomi di sepanjang jalur, khususnya Jawa Tengah.
Semoga saja persiapan ini cukup. Liburan sebentar lagi.
Artikel Terkait
Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp 17.850
Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon
Pembangunan Rusun di Bantaran Rel Senen Ditargetkan Mulai Mei 2026
Maarten Paes Raih Kiper Terbaik PSSI Awards 2026, Tekankan Pentingnya Kerja Kolektif