"Saya tidak akan pernah bermain untuk Real Madrid," tanya sang wartawan.
"Ya," jawab Lamine Yamal, singkat dan tegas.
Jawaban itu langsung menggema. Sebuah janji atau lebih tepatnya, sumpah yang dia ucapkan tanpa keraguan. Di sisi lain, dia seolah mengukuhkan dirinya sepenuhnya di kubu Barcelona, mengikuti jejak legenda-legenda klub yang menolak keras pindah ke Santiago Bernabéu.
Kini, semua mata tertuju padanya. Di usia yang masih sangat belia, dunia sepak bola tahu bahwa segalanya bisa berubah. Tapi untuk saat ini, Lamine Yamal berdiri teguh dengan kata-katanya. Publik hanya bisa menunggu dan melihat, apakah sumpah setia ini akan bertahan selamanya, atau justru menjadi kisah lain yang akan dikenang di kemudian hari.
Artikel Terkait
Kekayaan Intelektual Kini Bisa Dijadikan Agunan KUR hingga Rp500 Juta
KPK Setor Rp11 Miliar ke Kas Negara dari Lelang Barang Rampasan
Jenazah Juwono Sudarsono Akan Dimakamkan di TMP Kalibata, Upacara Dipimpin Menhan
Pasar Rakyat Monas Atas Instruksi Presiden, 100.000 Kupon Dibagikan