Beberapa waktu lalu, Insanul Fahmi tampak mendatangi gedung Bareskrim Polri. Ia tak sendirian; kuasa hukumnya, Gustomi, mendampingi langkah pria yang disebut-sebut berselingkuh dengan Inara Rusli itu. Agenda mereka jelas: menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan akses ilegal.
Yang menarik, Fahmi dan timnya datang dengan membawa sejumlah barang bukti. Menurut mereka, bukti-bukti ini menguatkan kecurigaan bahwa ada rencana penjebakan yang diarahkan kepada Fahmi.
Gustomi, selaku kuasa hukum, mengungkapkan proses pemeriksaan berjalan cukup intens. "Klien kami telah menjawab kurang lebih 40 pertanyaan dari penyidik," jelasnya.
Ia melanjutkan, "Kami juga sudah menyerahkan bukti-bukti baru soal akses ilegal itu kepada Bapak Kanit. Semuanya kami lampirkan, mulai dari screenshot percakapan, rekaman suara, sampai ada bukti video," tutur Gustomi di sekitaran Bareskrim, belum lama berselang.
Dalam keterangannya, muncul satu nama atau tepatnya inisial yang berperan penting: E. Sosok ini disebut-sebut sebagai orang kepercayaan atau karyawan Inara. Dialah yang diduga bertanggung jawab menyebarkan rekaman CCTV tersebut.
Mendengar hal itu, Fahmi mengaku sangat kecewa. Baginya, tindakan memonitisasi rekaman privat lewat CCTV sudah melampaui batas.
"Saya kaget, sih. Soalnya saya kenal orangnya, walau tidak terlalu dekat. Dia itu orang kepercayaan, inisial E, yang bekerja dengan Inara," ujar Fahmi.
"Saya berharap pelakunya cepat ditangkap. Tindakannya jelas merugikan banyak pihak," tambahnya dengan nada kesal.
Tak cuma kecewa, Fahmi secara terbuka menyatakan dirinya merasa dikorbankan. Keyakinannya ini muncul setelah ia mendengarkan salah satu voice note yang kini jadi barang bukti.
"Saya sangat merasa dijebak. Dari isi rekaman suara yang saya dengar, ini seperti sudah direncanakan sejak lama," katanya blak-blakan.
"Ini bukan cuma perasaan saya. Buktinya ada. Sekarang tinggal bagaimana penyidik mengungkap semuanya," sambung Fahmi.
Di sisi lain, ia juga menyayangkan campur tangan pihak ketiga dalam hubungannya dengan Wardatina Mawa dan Inara Rusli. Menurut Fahmi, ada yang cari untung dari situasi rumit ini.
"Saya ya sangat kecewa. Seharusnya hubungan saya dengan M dan I bisa baik-baik saja. Tapi karena ada yang coba memanfaatkan keadaan untuk dapat keuntungan materi, saya jadi merasa sangat dirugikan," tukasnya.
Perkara akses ilegal ini sendiri bermula dari laporan yang dilayangkan Inara Rusli ke pihak berwajib. Laporan itu diajukan setelah beredar dugaan kuat adanya penyebaran rekaman CCTV secara sengaja oleh oknum tertentu.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Tegaskan Pembangunan Gedung MUI-Baznas di HI Harus Patuhi Aturan Cagar Budaya
Menkes Desak Kemensos Aktifkan Kembali 120 Ribu Pasien Kronis di BPJS
Lebih dari 1,82 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2025 di Awal Februari
Bentrokan Perebutan Lahan Parkir di Blok M Berujung Penusukan