Waspadai Tanda Radiator Bermasalah Sebelum Mesin Overheat

- Rabu, 24 Desember 2025 | 18:12 WIB
Waspadai Tanda Radiator Bermasalah Sebelum Mesin Overheat

Jangan pernah anggap remeh radiator mobil yang bermasalah. Soalnya, komponen satu ini punya tugas vital: menjaga suhu mesin tetap stabil. Kalau sudah mulai ngadat, risikonya bisa serius. Radiator bisa bocor, lalu mesin overheat. Dan itu, ujung-ujungnya bisa bikin kerusakan parah di bagian dalam mesin.

Makanya, sebagai pengemudi, penting banget buat tahu tanda-tanda awalnya. Dengan begitu, kita bisa segera antisipasi dan siap-siap dengan estimasi biaya perbaikannya. Jangan sampai dibiarkan, nanti malah makin parah.

Menurut Jumai, pemilik bengkel Roni Radiator di Kalibata, Jakarta Selatan, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai. Yang paling utama adalah aliran air pendingin yang tersendat. Itu sudah lampu merah pertama.

“Radiator yang sudah enggak layak itu biasanya saluran airnya mampet dan kisi-kisinya mulai keropos,” jelas Jumai.

“Kalau dibiarkan, bisa tiba-tiba bocor dan bikin suhu mesin langsung naik,” tambahnya.

Di sisi lain, ada juga tanda-tanda lain yang sering luput dari perhatian. Misalnya, retak di bagian upper tank atau kisi-kisi radiator yang penyok. Kedua hal ini, kata Jumai, bisa menghambat aliran pendingin dan meningkatkan potensi kebocoran saat mobil dipakai sehari-hari.

“Air radiator biasanya mulai rembes dari kisi-kisi. Kalau penyok juga sudah termasuk tanda harus servis karena aliran ke mesin jadi terhambat,” paparnya.

“Kebocoran juga sering terjadi di upper tank yang tiba-tiba pecah.”

Lalu, soal biaya? Jumai bilang harganya nggak bisa dipukul rata. Semuanya tergantung tingkat kerusakan dan ini yang penting material radiatornya. Faktanya, nggak semua radiator bisa diperbaiki, lho.

“Kami lihat dulu bahan radiatornya. Kalau masih tembaga, seperti di mobil Kijang kapsul, itu masih bisa diperbaiki,” ujar Jumai.

“Tapi kalau aluminium, enggak bisa direparasi, harus ganti satu unit. Mobil-mobil sekarang kebanyakan sudah pakai radiator aluminium.”

Secara garis besar, untuk kerusakan ringan, servis bisa dimulai dari kisaran Rp 300 ribuan. Kalau kerusakannya sudah masuk kategori sedang, angkanya sekitar Rp 500 ribuan. Sementara untuk kerusakan berat, siapkan saja dana sekitar Rp 800 ribuan.

Menurut pengalamannya, biaya servis ini masih terhitung lebih terjangkau ketimbang harus ganti radiator baru, apalagi yang original. Dia bahkan punya cerita tentang penggantian radiator yang harganya bikin mata melotot.

“Radiator tembaga kalau diservis kisarannya Rp 300 ribu sampai Rp 800 ribu. Tapi kalau aluminium harus ganti unit, biasanya di atas Rp 1 jutaan,” tuturnya.

“Pernah juga ada pelanggan mobil Cherokee yang ganti radiator sampai sekitar Rp 5 juta.”

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar