Di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/12/2025) lalu, suasana tampak biasa saja. Tapi ada satu kabar yang sudah menunggu untuk disampaikan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menandatangani Keputusan Gubernur tentang Upah Minimum Provinsi untuk tahun 2026. Intinya, angka finalnya sudah ada di atas kertas. Tinggal menunggu pengumuman resmi.
“Yang jelas saya sudah tanda tangan, Kepgubnya sudah jadi. Tinggal diumumkan saja,” ujar Pramono dengan nada santai.
Soal kapan persisnya angka itu dibeberkan ke publik? Pramono berjanji akan melakukannya pada sore hari itu juga. Dia tampak paham betul antusiasme dan kecemasan yang menyelimuti para pekerja dan pengusaha. Dengan sedikit senyum, dia meminta semua pihak untuk menahan diri sebentar.
“Kenapa diumumkan nanti? Supaya semuanya sabar nunggu,” katanya, seolah memberi sedikit suspens sebelum pengumuman penting.
Meski nominal pastinya masih disimpan rapat, Pramono menegaskan satu hal: perhitungannya bakal patuh pada aturan main yang ada, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 49. Aturan inilah yang nantinya menentukan besaran ‘Alfa’, sebuah faktor kritis yang nilainya bisa berkisar antara 0,5 sampai 0,9.
Nah, dari rentang Alfa itulah kita bisa memperkirakan beberapa skenario kenaikan. Angkanya bervariasi, tentu saja. Misalnya, jika Alfa dipatok di angka 0,5, kenaikannya sekitar Rp278.528. Itu artinya UMP Jakarta bakal menyentuh Rp5.673.641 per bulan.
Namun begitu, kalau Alfa-nya lebih tinggi, angkanya pun ikut melambung. Ambil contoh skenario Alfa 0,9. Di situ, kenaikannya bisa mencapai sekitar Rp385.892, sehingga UMP bulanan menjadi Rp5.781.005. Perbedaannya cukup signifikan, bukan?
Jadi, semua mata kini tertuju pada pengumuman sore itu. Besaran Alfa mana yang akhirnya dipilih akan menentukan nasib penghasilan jutaan pekerja di Ibu Kota. Tunggu saja.
Artikel Terkait
Longsor dan Angin Kencang di Wonosobo Tewaskan Satu Warga
Pemerintah Tanggapi Outlook Negatif Moodys dengan Soroti Ketahanan Fiskal
Kementerian Pertanian Targetkan Distribusi 4 Juta Dosis Vaksin PMK hingga 2026, Jawa Barat Jadi Prioritas
BCA Digital Catat Laba Bersih Melonjak 98% pada 2025