Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja mengumumkan suntikan dana segar untuk dua sektor andalan. Nilainya cukup besar: Rp2 triliun. Dana ini khusus dialokasikan untuk mendongkrak industri tekstil dan furnitur dalam negeri.
Menurut Purbaya, pengusaha di kedua bidang itu sebelumnya sempat mengajukan kebutuhan modal yang jauh lebih besar, mencapai angka Rp16 triliun. “Sekarang kita siapkan Rp2 triliun untuk tadi perusahaan tekstil maupun furniture,” ujarnya.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh sang menteri dalam sebuah konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa lalu.
Nah, dana stimulan sebesar itu nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI. Tujuannya jelas, memperkuat ketahanan produk lokal agar bisa lebih lincah bersaing di pasar global. Dengan kepastian ini, para pengusaha bisa segera mengajukan permohonan kredit ke LPEI untuk mendukung operasional dan rencana ekspansi mereka di tahun 2026.
Di sisi lain, ada satu poin menarik yang ditekankan Purbaya. Skema pembiayaan ini menawarkan suku bunga yang cukup bersaing, yaitu 6 persen. Angka ini diharapkan jadi angin segar bagi pelaku usaha yang kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah dari bank umum.
“Jadi mereka bisa datang ke LPEI, bunganya 6 persen. Itu yang saya janjikan ke mereka, sudah bisa mereka datang ke LPEI-nya,” kata Purbaya meyakinkan.
Langkah ini dinilai sebagai respons konkret pemerintah terhadap keluhan klasik di dunia usaha. Harapannya, dengan biaya modal yang lebih terjangkau, industri tekstil dan furnitur bisa bernapas lebih lega dan fokus mengejar pasar ekspor.
Artikel Terkait
Mantan Wamenaker Noel Enggan Sebut Partai Penerima Dana Rp50 Juta di Sidang Tipikor
Wamenkominfo Nezar Patria Ingatkan Ancaman Data Poisoning dan Pentingnya Tata Kelola Data untuk AI
Bank Muamalat Catat KPR Syariah Tumbuh 17 Kali Lipat pada 2025
IFG Life dan Mandiri Inhealth Salurkan Klaim Rp10,7 Triliun kepada 1,1 Juta Peserta