MURIANETWORK.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan Indonesia sedang berada di titik awal kebangkitan ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan dengan menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menunjukkan peningkatan laba signifikan dalam satu tahun terakhir. Presiden menegaskan hal ini sebagai buah dari tata kelola yang baik dan komitmen terhadap integritas dalam kepemimpinan.
Lonjakan Kinerja BUMN dalam Setahun
Dalam paparannya, Presiden Prabowo mengungkapkan capaian konkret dari BUMN. Laba yang sebelumnya tercatat sebesar Rp89 triliun pada tahun 2024, disebutnya telah melonjak hingga empat kali lipat. Peningkatan drastis ini bukan dilihat sebagai suatu kebetulan, melainkan hasil dari pendekatan manajemen yang disiplin dan penuh kehati-hatian.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa fondasi utama dari kemajuan ini adalah semangat untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan serta hak rakyat. Prinsip ini, menurutnya, menjadi kunci dalam menciptakan perubahan nyata bagi kondisi keuangan negara.
Peringatan Tegas untuk Pejabat dan Pengelola
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara juga menyampaikan pesan tegas kepada seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para pejabat dan pengelola lembaga negara yang bertugas mengelola kekayaan publik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan jabatan dan senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.
Presiden Prabowo memberikan peringatan keras terhadap praktik-praktik yang merugikan negara.
"Jagalah kehormatan, jagalah kepentingan dan keselamatan rakyat Indonesia. Siapa pun yang masih meneruskan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan rakyat, pemerintah akan menggunakan seluruh kekuatan yang ada. Tanpa pandang bulu," pungkasnya.
Optimisme Menuju Kebangkitan Berkelanjutan
Optimisme Presiden terlihat jelas dalam pernyataannya mengenai prospek ke depan. Ia meyakini bahwa momentum positif yang sedang berjalan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah permulaan.
"Kita berada di ambang kebangkitan. Dalam satu tahun pemerintahan ini, hasil BUMN naik empat kali lipat dari Rp89 triliun. Dan ini akan terus meningkat," tegasnya saat menghadiri acara peresmian sejumlah fasilitas ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13 Februari 2026).
Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh, dengan kinerja BUMN sebagai salah satu pilarnya. Capaian ini diharapkan dapat menjadi penanda bagi perbaikan ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi: Harus Habiskan dari Bumi Indonesia
11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Sementara 15 Juta Penerima Diduga Tidak Berhak
Taman Bendera Pusaka Jakarta 92% Rampung, Ditargetkan Diresmikan Maret
Changan Luncurkan SUV Listrik Deepal S07 Rp 599 Juta di IIMS 2026