Angkanya berbicara. Hingga periode September 2025, MTDL membukukan penjualan Rp18,8 triliun. Itu artinya tumbuh 9% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Yang menarik, kontribusi Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi melonjak 20,5% secara tahunan.
Pertumbuhan unit bisnis itu tak lepas dari tingginya permintaan pasar. Kebutuhan akan solusi cloud, platform digital, keamanan siber, dan tentu saja AI, terus mendorong kinerjanya.
Bagi Susanto, AI kini sudah bergeser peran. Bukan sekadar alat bantu biasa, melainkan pilar strategis yang mendongkrak daya saing dan mendasari pengambilan keputusan.
"Metrodata berkomitmen tidak akan berhenti disini namun akan terus memperkenalkan adopsi-adopsi berbasis AI lainnya untuk membantu pelanggan mengadopsi AI secara komprehensif, mulai dari strategi, implementasi, hingga operasional,"
tegasnya.
Jadi, langkah peluncuran Megarock ini bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang. Metrodata tampaknya serius ingin menjadi pemain kunci dalam peta AI Indonesia, mendampingi pelanggannya dari hulu ke hilir.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Unggah Momen Syuting TV Saat Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor 4,3 Juta Ton, Harga Terkendali
Pemerintah Belum Ubah Batas Harga Tiket Pesawat Meski Tekanan Biaya Operasional Meningkat
Komnas HAM Kaji Berbagai Opsi Penanganan Kasus Penyiranan Aktivis KontraS