Ia pun merasakan langsung kesulitan itu. "Aku menyadari dan aku merasakan begitu sampai sana aku minim listrik dan minim Wi-Fi, apa namanya sinyal ya. Sinyal itu enggak ada selama di Aceh," imbuh Ricis.
Mengingat kembali suasana di lokasi, Ricis nyaris tak kuasa menahan air mata. Penderitaan warga yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga terasa sangat menghantam. Rasanya sakit.
Tapi, perasaan itu ia pendam dalam-dalam selama di Aceh. Ia punya alasan kuat untuk tidak menunjukkannya.
"Sangat hancur ya, makanya setiap aku ke sana, setiap aku charity ke tempat-tempat bencana, setiap aku mendatangi teman-teman yang terdampak, itu kalau bisa sebisa mungkin tidak pernah menjatuhkan air mata karena aku tidak mau menambah luka mereka, mengingatkan kembali luka mereka," katanya.
"Jadi memang aku ke sana sebisa mungkin aku memberikan kebahagiaan untuk orang-orang di sana," pungkas Ricis.
Artikel Terkait
Pemerintah Bahas Penyesuaian Kebijakan Energi dan Stimulus Ekonomi
Bus Mogok Picu Kemacetan 9,7 Km di Arus Balik Lingkar Gentong
One Way Nasional Diperpanjang Lagi hingga KM 459 Tol Semarang-Solo
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Arah Jakarta Antisipasi Arus Balik