Prabowo Soroti Potensi Dana Umat Rp500 Triliun Per Tahun dengan Syarat Pengelolaan Profesional

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 14:15 WIB
Prabowo Soroti Potensi Dana Umat Rp500 Triliun Per Tahun dengan Syarat Pengelolaan Profesional

Potensi Dana Umat Rp500 Triliun Per Tahun Disorot Prabowo

Jakarta - Angka yang disebutkan Presiden Prabowo Subianto soal dana umat sungguh fantastis. Dalam sebuah acara di Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2/2026), ia mengungkap potensi dana tersebut bisa mencapai minimal Rp500 triliun setiap tahunnya. Angka ini bukan asal tebak, melainkan berdasarkan laporan yang diterimanya langsung dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Tapi tentu saja, angka sebesar itu punya syarat. Menurut Prabowo, potensi itu baru bisa digapai kalau pengelolaannya dilakukan secara profesional. Transparansi dan integrasi juga jadi kunci utama. Tanpa itu, ya mustahil.

"Saya diberi laporan oleh Menteri Agama kalau dana umat semua dikelola dengan baik itu bisa jumlahnya itu minimal Rp500 triliun satu tahun,"

Begitu penjelasan Prabowo di hadapan para ulama. Acaranya sendiri adalah doa bersama sekaligus pengukuhan pengurus MUI untuk periode 2025-2030.

Nah, terkait pengelolaan itu, Prabowo menyambut baik rencana pembentukan sebuah lembaga khusus. Lembaga inilah nanti yang diharapkan bisa mengoptimalkan potensi dana sebesar itu untuk kepentingan masyarakat luas.

"Kalau tidak salah nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat,"

ujarnya singkat.

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan hal lain yang tak kalah penting: persatuan. Ia menyoroti perlunya sinergi kuat antara ulama dan umarah, atau penguasa. Kolaborasi ini, baginya, adalah fondasi untuk kebangkitan Indonesia ke depan.

Ia pun berharap dukungan dari para ulama, terutama untuk program-program pemerintah. Salah satu yang disebut secara gamblang adalah pemberantasan korupsi.

"Kita harus menjaga republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia,"

tegas Prabowo.

Namun begitu, ia tak menutup mata. Jalan untuk memberantas korupsi jelas tidak mudah. Prabowo mengakui, selalu ada saja pihak-pihak yang berusaha merongrong, menyerang balik, bahkan mengadu domba. Upaya pemerintah mendekatkan hukuman dan keadilan kerap dibalas dengan perlawanan.

"Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau mendekatkan hukuman, kita mau mendekatkan keadilan, kita mau mendekatkan hukum, tiap kali kelompok koruptor, garong-garong ini menyerang balik,"

jelasnya. Suasana di Masjid Istiqlal saat itu pun terasa khidmat, mendengarkan paparan sekaligus tantangan yang dihadapi ke depan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar