Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada daerah. Riefky menyoroti para kreator yang berasal dari berbagai pelosok. Konten yang mereka buat, selain bernilai ekonomi, juga bisa mempromosikan destinasi wisata lokal.
“Ini akan berdampak, akan memberikan dampak juga terhadap pariwisata dan juga ekonomi di daerah-daerah, terutama di daerah-daerah perdesaan dan kecamatan,”
tegas dia.
Makanya, program akselerasi kreatif untuk konten kreator daerah digulirkan. Tujuannya sederhana: agar mereka bisa naik kelas dan menembus pasar nasional. Tak ketinggalan, program desa kreatif juga dikembangkan lewat kolaborasi dengan kementerian lain. Ini untuk bantu masyarakat memasarkan produk-produk unggulan mereka.
Semua upaya ini punya satu keyakinan inti. “Kami meyakini bahwa ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” tutup Menteri Riefky. Optimisme itu terasa kuat di ruangan itu.
Artikel Terkait
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Jakarta
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Masih Lancar, Puncak Diprediksi Minggu
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg